Kapolres Metro Bekasi & Menkes RI Sinergi Lawan Kusta, Kabupaten Bekasi Targetkan Bebas Kusta 2026
Pena Insight
Kabupaten Bekasi, 25 Juli 2025 — Pemerintah pusat dan daerah semakin solid dalam mengatasi penyakit kusta, yang kini masih membayangi sebagian wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Bekasi. Dalam kunjungan kerja Menteri Kesehatan Republik Indonesia Ir. Budi Gunadi Sadikin ke Kecamatan Serang Baru, terlihat jelas komitmen sinergi lintas sektor dalam memberantas penyakit kusta dari akar rumput. Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Mustofa, S.I.K., M.H., hadir dan menegaskan kesiapan institusinya mendukung upaya preventif dan edukatif yang berkelanjutan.
Kunjungan dimulai dari Puskesmas Sirnajaya, titik rawan dengan angka kasus kusta tertinggi di Kabupaten Bekasi. Peninjauan langsung ini menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis data dan lapangan menjadi landasan program intervensi kesehatan. Tak hanya seremoni, kunjungan tersebut berlanjut dalam forum lintas pemangku kepentingan di Gedung Serbaguna Kecamatan Serang Baru, yang membahas langkah kolaboratif hingga level desa.
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, SH., dalam sambutannya menegaskan bahwa daerahnya siap bergerak bersama Kementerian Kesehatan. Ia menyoroti pentingnya peran kepala desa dalam menggerakkan masyarakat menuju pola hidup bersih dan peningkatan deteksi dini, guna memutus rantai penularan kusta sedini mungkin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah, M.Kes., mengungkapkan bahwa Kabupaten Bekasi menempati urutan ketiga tertinggi kasus kusta di Provinsi Jawa Barat. Intervensi yang dilakukan meliputi pelatihan tenaga medis, surveilans aktif-pasif, serta penguatan jejaring rujukan. Kecamatan Serang Baru, secara khusus, menjadi fokus utama dalam penanganan berbasis komunitas.
Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, SH., MM., memberi pernyataan tegas dan visioner. Ia menjanjikan insentif hingga Rp10 juta bagi bidan pendamping dan Rp1 juta per pasien kusta sebagai bentuk konkret dari keberpihakan pada tenaga medis. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penggunaan dana kesehatan desa. "Kusta tidak boleh lahir dari anggaran yang dusta," ujarnya dengan penuh tekanan.
Menteri Kesehatan RI menyampaikan bahwa penyakit kusta bisa disembuhkan asal ditemukan dan ditangani sejak dini. Ia mendorong seluruh puskesmas agar memperkuat pendataan dan pemetaan wilayah. Untuk mendorong semangat, ia menjanjikan penghargaan khusus kepada tenaga kesehatan yang berhasil melakukan pendataan kasus terbanyak.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Mustofa menekankan bahwa pendekatan berbasis komunitas dengan didukung data yang akurat adalah cara paling efektif dalam membangun ketahanan kesehatan inklusif. "Kami di Polres siap mendukung penuh segala bentuk kolaborasi, dari edukasi hingga pendampingan di lapangan," ujar Mustofa.
Kehadiran berbagai elemen strategis seperti Plt. Dirjen Pengendalian Penyakit Kemenkes RI drg. Murti Utami, MPH., Dandim 0509 Letkol Arh. Sabdho Aji Wibowo, Kadinkes Jabar dr. R. Vini Adiani Dewi, serta para tokoh masyarakat dan kepala desa dari seluruh Kecamatan Serang Baru memperkuat narasi bahwa perang terhadap kusta membutuhkan komitmen lintas struktur.
Tak sekadar seremoni, pertemuan ini menjadi panggung konsolidasi antarsektor. Pesan kunci yang digaungkan dalam forum ini adalah bahwa penyakit kusta bukan sekadar masalah medis, tetapi juga sosial. Diperlukan keberanian politik, solidaritas sosial, dan konsistensi struktural untuk memberantas stigma sekaligus penularannya.
Dengan target ambisius: Kabupaten Bekasi bebas kusta dan TBC pada tahun 2026, seluruh jajaran pemerintahan dari pusat hingga desa menyatukan langkah. Momentum ini membuktikan bahwa transformasi kesehatan hanya bisa diwujudkan melalui integrasi lintas sektor — dari Menkes hingga Kapolres, dari desa hingga pusat.
Baca Juga
Komentar