Kapolres Metro Bekasi Kota Pimpin Langsung 300 Personel Kawal Aksi Damai Buruh di Pemkot Bekasi
Kota Bekasi — Polres Metro Bekasi Kota menurunkan sebanyak 300 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa ribuan buruh yang berlangsung di depan kantor Pemerintah Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, pada Kamis (30/10/2025).
Aksi tersebut diikuti oleh berbagai aliansi serikat buruh yang menyampaikan aspirasi terkait kenaikan upah minimum dan perbaikan kesejahteraan pekerja di wilayah Bekasi.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro memimpin langsung pengamanan di lapangan dan berkoordinasi dengan unsur TNI serta Pemerintah Kota Bekasi untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
“Alhamdulillah, sahabat-sahabat buruh dalam pelaksanaan unjuk rasa ini sangat tertib, dan situasi juga aman kondusif,” ujar Kapolres Kusumo kepada awak media di lokasi kegiatan.
Ia menegaskan bahwa pendekatan kepolisian dalam mengawal aksi unjuk rasa kali ini lebih mengedepankan komunikasi persuasif dan humanis, agar penyampaian aspirasi berjalan damai tanpa gesekan.
“Selama ini kami di kepolisian berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Itu bagian dari hak demokrasi yang harus dihormati,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga terlihat berdialog langsung dengan para perwakilan buruh, menampung keluhan, dan memastikan jalur komunikasi dengan pihak Pemerintah Kota berjalan dengan baik.
Menurut pantauan di lapangan, ribuan buruh dari Kota dan Kabupaten Bekasi mulai memadati area sekitar Plaza Pemkot Bekasi sejak pagi. Mereka membawa poster dan spanduk bertuliskan tuntutan kenaikan upah serta kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada pekerja.
Situasi sempat menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani, namun kondisi tetap terkendali berkat pengaturan lalu lintas yang dilakukan personel Satlantas Polres Metro Bekasi Kota.
Selain melakukan pengamanan terbuka dan tertutup, jajaran kepolisian juga menyiagakan tim negosiator serta tenaga medis di sekitar lokasi aksi sebagai bentuk kesiapan pelayanan publik.
“Pendekatan dialogis itu penting. Kami ingin buruh merasa didengar tanpa harus menimbulkan kekisruhan,” tambah Kapolres.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para buruh yang telah menjaga ketertiban selama aksi berlangsung hingga usai. “Kami berterima kasih kepada seluruh peserta aksi yang menyampaikan aspirasi dengan cara-cara damai dan terukur,” ucapnya.
Aksi unjuk rasa tersebut diakhiri dengan audensi antara perwakilan buruh dan Wali Kota Bekasi di gedung Plaza Pemkot. Dalam pertemuan itu, sejumlah poin tuntutan buruh disampaikan secara resmi untuk ditindaklanjuti pemerintah daerah.
Setelah audensi selesai, para peserta aksi membubarkan diri dengan tertib, disambut dengan pengawalan aparat hingga situasi di sekitar lokasi kembali normal.
Kapolres kembali mengingatkan bahwa kepolisian akan terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial, terutama menjelang pembahasan kebijakan upah tahunan.
Ia menegaskan, “Kami akan selalu siap mengawal dan melindungi masyarakat, termasuk rekan-rekan buruh, dengan cara yang humanis dan profesional.”
Aksi buruh kali ini menjadi contoh bahwa penyampaian aspirasi publik dapat dilakukan dengan tertib, aman, dan mengedepankan semangat dialog antara masyarakat dan pemerintah.
Baca Juga
Komentar