Kapolda Metro Jaya Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 886 Personel, Tekankan Profesionalisme dan Loyalitas
Pena Insight
Jakarta, 1 Juli 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto memimpin langsung upacara kenaikan pangkat (KNP) bagi 886 personel Polda Metro Jaya. Acara ini digelar di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, dan menjadi simbol penghargaan institusional terhadap dedikasi para anggota Polri.
Dari 886 personel yang naik pangkat, sebanyak 12 di antaranya menerima kenaikan pangkat pengabdian. Mereka dinilai memiliki rekam jejak tanpa cela serta telah menunjukkan loyalitas dan integritas dalam menjalankan tugas. Kategori ini menjadi salah satu bentuk penghargaan tertinggi di lingkungan Polri.

Polda Metro Jaya merinci bahwa sebagian besar personel yang naik pangkat berasal dari golongan AIPDA (469 orang) dan BRIPTU (199 orang). Sementara itu, terdapat juga kenaikan pada jenjang perwira seperti AKBP (9), Kompol (29), hingga IPDA (5). Ini mencerminkan pembinaan karier berjalan menyeluruh dari atas hingga bawah.
Dalam amanatnya, Irjen Pol Karyoto menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar hadiah, melainkan konsekuensi atas tanggung jawab yang lebih besar. Ia meminta seluruh anggota Polri untuk menjadikan momentum ini sebagai motivasi dalam meningkatkan etika, profesionalitas, dan dedikasi terhadap institusi dan masyarakat.
Upacara dilaksanakan dengan khidmat dan penuh simbolisme. Hadir dalam kegiatan ini Wakapolda Metro Jaya dan para pejabat utama (PJU) sebagai bentuk dukungan moril dan struktural terhadap jenjang karier personel. Upacara ini juga menjadi bagian penting dari narasi Polri Presisi yang terus digaungkan.
Kenaikan pangkat dalam momen Hari Bhayangkara ke-79 bukan hanya rutinitas administratif, melainkan bagian dari strategi memperkuat moral internal Polri. Penghargaan kepada anggota berprestasi menunjukkan bahwa institusi memberikan ruang bagi dedikasi yang konsisten.
Irjen Pol Karyoto menyebut bahwa tantangan Polri di masa kini jauh lebih kompleks, mulai dari transformasi digital hingga tantangan sosial-politik. Oleh sebab itu, para personel dengan pangkat baru harus mampu menjawab perubahan dengan kemampuan adaptif dan tanggung jawab lebih tinggi.
Kenaikan pangkat menjadi salah satu wujud nyata dari semangat transformasi Polri Presisi. Hal ini mencakup pembinaan karier yang adil, berbasis kinerja, serta memprioritaskan integritas dan pelayanan publik sebagai indikator utama dalam pengambilan keputusan promosi.
Kapolda menekankan bahwa pembinaan karakter menjadi salah satu indikator penting dalam mempertimbangkan promosi pangkat. Ia ingin memastikan bahwa setiap kenaikan disertai oleh kualitas moral dan profesional yang semakin matang, seiring tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Dalam penutup amanatnya, Irjen Pol Karyoto menyampaikan harapannya agar personel dengan pangkat baru tidak hanya berbangga hati, tetapi mampu menunjukkannya lewat kerja nyata dan kontribusi positif bagi masyarakat. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah Polri sebagai pelindung dan pengayom rakyat.
Upacara ini menjadi refleksi bahwa pembinaan SDM merupakan kunci utama dalam reformasi Polri. Dengan memperhatikan kualitas, dedikasi, dan prestasi, Polri berharap dapat mencetak lebih banyak personel unggul di masa mendatang, sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika keamanan nasional.
Baca Juga
Komentar