Kapolda Bali Turun Langsung, 5.000 Relawan Bersihkan Pantai Kedonganan Demi Pariwisata
BADUNG, BALI — Komitmen menjaga lingkungan pesisir Bali kembali ditegaskan lewat aksi nyata. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., turun langsung memimpin kegiatan korvei aksi bersih sampah laut di Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Aksi kolaboratif ini melibatkan sekitar 5.000 peserta dari berbagai unsur dan menjadi bagian dari upaya masif menjaga kelestarian lingkungan sekaligus keberlanjutan pariwisata Pulau Dewata.
Kegiatan yang digelar di salah satu kawasan pesisir strategis Bali tersebut diikuti personel Polri dan TNI, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, komunitas lingkungan, hingga relawan dari berbagai daerah. Pantai Kedonganan dipilih karena menjadi kawasan wisata sekaligus sentra aktivitas masyarakat pesisir yang rentan terdampak persoalan sampah laut, terutama pada musim tertentu.
Aksi bersih pantai ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rapat koordinasi nasional bersama kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah pusat mendorong pelaksanaan pembersihan pantai secara masif dan berkelanjutan sebagai langkah konkret menghadapi persoalan sampah laut yang semakin kompleks dan berdampak langsung pada lingkungan serta sektor pariwisata.
Kegiatan berskala besar ini turut dihadiri sejumlah pejabat nasional dan daerah, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Wakil Komandan Korps Brimob Polri, Kakor Sabhara Baharkam Polri, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gubernur Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Bupati dan Wakil Bupati Badung, Kapolresta Denpasar, Kasdam IX/Udayana, Danlanal Denpasar, Danlanud Denpasar, serta perwakilan kepala daerah se-Bali.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam upaya menjaga lingkungan pesisir Bali yang menjadi ikon pariwisata nasional dan internasional.
Kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq dan Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana. Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata menekankan bahwa kebersihan lingkungan bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen bangsa.
“Kebersihan adalah fondasi utama pariwisata berkelanjutan. Bali adalah wajah pariwisata Indonesia di mata dunia, sehingga upaya menjaga kebersihannya harus dilakukan secara konsisten dan kolaboratif,” ujar Widiyanti Putri Wardhana.
Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari aparat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas, hingga relawan lingkungan yang secara langsung turun ke lapangan.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah, khususnya sampah laut. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sistematis, terencana, dan berkelanjutan.
“Bali diharapkan menjadi role model nasional dalam pengelolaan sampah. Jika Bali bisa, daerah lain pun harus bisa. Kuncinya ada pada komitmen bersama dan konsistensi,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar aksi bersih pantai tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan sehari-hari.
Usai apel, ribuan peserta langsung menyebar ke sektor-sektor yang telah ditentukan sepanjang Pantai Kedonganan. Pembersihan dilakukan secara manual menggunakan sapu dan karung sampah, serta didukung peralatan berat untuk mempercepat pengangkutan.
DLHK Kabupaten Badung mengerahkan satu unit excavator, lima unit loader, dan sekitar 50 unit dump truk untuk mengangkut sampah hasil pembersihan. Sampah-sampah tersebut didominasi limbah plastik, kayu, dan material kiriman laut yang berpotensi mencemari ekosistem pesisir jika tidak segera ditangani.
Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam aksi bersih pantai merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan sekaligus dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
“Menjaga kebersihan pantai bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menjaga masa depan pariwisata dan ekonomi Bali. Polri bersama seluruh elemen masyarakat akan terus hadir dan berkolaborasi dalam setiap gerakan positif demi Bali yang bersih, sehat, dan berdaya saing global,” tegas Daniel Adityajaya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga Bali sebagai destinasi unggulan dunia tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam dan budaya, tetapi juga oleh kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Aksi bersih Pantai Kedonganan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kebersihan pesisir harus menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan insidental. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat dinilai sebagai kunci utama dalam mewujudkan Bali yang bersih dan lestari.
Dengan keterlibatan ribuan relawan dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Bali kembali menegaskan posisinya sebagai etalase pariwisata nasional yang tidak hanya indah, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Baca Juga
Komentar