Jepang Buka Lowongan untuk Lulusan SMA-SMK Indonesia, Gaji Rp 20–30 Juta
Pena Insight
Depok, 7 September 2025 — Jepang kembali membuka peluang kerja besar bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia. Gaji yang ditawarkan mencapai Rp 20–30 juta per bulan untuk lulusan SMA dan SMK.
Kabar ini disampaikan oleh Matsumaru Yoshiki, President Director sekaligus Komisaris SOU Holdings, perusahaan asal Jepang yang bergerak di berbagai sektor. Menurutnya, Jepang menghadapi krisis populasi dan peningkatan jumlah lansia, sehingga sangat membutuhkan tenaga kerja muda dari luar negeri.
Untuk menjawab kebutuhan itu, SOU Holdings membuka rekrutmen bagi lulusan SMA, SMK, atau setara. Proses perekrutan dilakukan tanpa diskriminasi antara pekerja lokal Jepang dan pekerja internasional. Gaji ditetapkan berdasarkan keterampilan yang dimiliki masing-masing tenaga kerja.
Sebagai pendukung, perusahaan ini mendirikan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) SOU di Depok, Jawa Barat. Lembaga ini menyiapkan calon pekerja dengan pelatihan intensif meliputi bahasa Jepang, budaya kerja, hingga keterampilan khusus seperti perawatan lansia, hotel, pendidikan anak usia dini (PAUD), maupun manufaktur.
Gaji yang ditawarkan untuk lulusan SMA/SMK Indonesia cukup menggiurkan. Kisaran Rp 20–30 juta per bulan sebelum pajak diproyeksikan sesuai standar tenaga kerja asing pemula di Jepang. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata gaji lulusan SMA/SMK di dalam negeri.
Untuk mendaftar, calon pelamar harus memenuhi beberapa syarat utama. Antara lain lulusan SMA atau SMK, berusia antara 18 hingga 29 tahun, tidak memiliki tato, dan tidak buta warna.
Seleksi calon pekerja meliputi psikotes, wawancara, dan pemeriksaan kesehatan (medical check-up). Proses ini gratis, kecuali biaya untuk medical check-up yang menjadi tanggungan peserta.
Jika lolos seleksi, peserta wajib mengikuti pelatihan lima bulan di LPK SOU dengan biaya Rp 60 juta. Pelatihan dilakukan menggunakan sistem asrama dengan jadwal ketat sejak pukul 04.00 WIB setiap hari.
Meski biaya pelatihan terbilang besar, LPK SOU menyediakan fasilitas pinjaman bank di Indonesia. Skema pembayaran dilakukan setelah peserta mulai bekerja di Jepang, sehingga tidak membebani calon pekerja di awal.
Lokasi pendaftaran terpusat di LPK SOU Depok, tepatnya di Jalan Raya Muchtar Nomor 1–4, Sawangan Baru, Depok, Jawa Barat. Lembaga ini menjadi pintu utama bagi lulusan SMA-SMK yang berminat bekerja ke Jepang melalui jalur resmi.
Data resmi menunjukkan gaji tenaga kerja di Jepang memang berada di kisaran Rp 20–30 juta per bulan untuk sektor perawatan lansia, manufaktur, maupun pabrik. Untuk perawat lansia pemula, gaji mencapai ¥180.000–220.000, atau sekitar Rp 21–26 juta, bahkan bisa meningkat hingga ¥280.000 (Rp 32 juta) bagi yang berpengalaman.
Teknisi manufaktur dan otomotif di Jepang rata-rata memperoleh gaji ¥200.000–250.000, setara Rp 23–30 juta per bulan. Hal ini mengonfirmasi besarnya peluang ekonomi bagi pekerja Indonesia.
Pemerintah Indonesia sendiri sebelumnya merencanakan pengiriman 100.000 tenaga kerja ke Jepang untuk mengisi berbagai sektor vital, dengan gaji rata-rata Rp 22–30 juta per bulan. Program ini dinilai mampu mengurangi angka pengangguran di dalam negeri.
Bagi banyak lulusan SMA dan SMK, kesempatan ini menjadi jalan keluar untuk meraih penghasilan layak sekaligus menambah pengalaman internasional. Meski ada biaya pelatihan, jalur resmi melalui LPK SOU dianggap lebih aman dan terjamin.
Dengan kombinasi pelatihan, fasilitas pinjaman, dan peluang gaji tinggi, program SOU diharapkan dapat menjadi solusi atas kebutuhan Jepang sekaligus membuka jalan karier baru bagi generasi muda Indonesia.
Baca Juga
Komentar