Investor Kakap Tambah Saham GOTO Sebelum Laporan Keuangan Semester I/2025
Pena Insight
Jakarta, 6 Agustus 2025 – Sejumlah investor institusi besar seperti Nomura, Credit Agricole, dan Franklin Resources dilaporkan menambah kepemilikan saham di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjelang pengumuman hasil keuangan semester I/2025 yang dijadwalkan 13 Agustus 2025 pukul 19.00 WIB. Mereka memanfaatkan momentum konsistensi fundamental perusahaan sebelum data resmi dirilis.
Di tengah suasana pasar modal yang penuh tekanan, langkah ini dinilai sebagai sinyal optimisme terhadap prospek GoTo. Investor kakap melihat potensi rebound dari saham GOTO yang sebelumnya terdampak tren koreksi sekitar Rp50–Rp80 per lembar saham.
Pada kuartal I-2025, GoTo mencetak pertumbuhan signifikan: nilai transaksi bruto (GTV) naik 54% menjadi Rp83,2 triliun sementara pendapatan bersih meningkat 37% YoY mencapai Rp4,2 triliun. EBITDA yang disesuaikan tercatat Rp393 miliar, berbalik dari kerugian di periode yang sama tahun lalu.
Pihak manajemen GoTo, melalui Direktur Keuangan Simon Tak Leung Ho, menyatakan laporan keuangan konsolidasian tengah diaudit terbatas dan akan disampaikan sebelum tenggat POJK dan BEI, yaitu sebelum 31 Agustus 2025.
Investor institusi menaruh perhatian khusus pada program buyback agresif yang diluncurkan GoTo sepanjang 2024–2025. Nilai buyback mencapai hingga USD200 juta (sekitar Rp3,3 triliun), termasuk unit MESOP yang mendukung insentif internal manajemen dan karyawan.
Menurut pandangan analis dari JPMorgan dan Aletheia Capital, momentum fundamental GoTo belum sepenuhnya tercermin di harga saham. Mereka menilai valuasi saat ini cenderung undervalued dan merekomendasikan kesempatan beli sebelum potensi revaluasi terjadi.
Beberapa analis melihat potensi merger dengan Grab sebagai katalis penting ke depan. Meski grab maupun GoTo telah membantah adanya pembicaraan resmi, spekulasi tetap mengemuka seiring kabar rencana Merger senilai sekitar US$7 miliar.
Investor asing juga menunjukkan kepercayaan terhadap GOTO. Pada akhir Juli, terjadi net buy dari asing sebesar Rp 26,3 miliar di tengah fluktuasi harga saham yang relatif terkoreksi pada level Rp78–Rp84.
Rilis laporan keuangan semester I menjadi momentum penting bagi pasar untuk menilai daya tahan bisnis GoTo, termasuk performa unit fintech seperti GoPay, GoInvestasi, dan pinjaman konsumen yang menjadi mesin pertumbuhan utama saat ini.
Jika hasil konsisten positif, para investor institusi dan analis memperkirakan potensi kenaikan harga saham GOTO dengan target jangka menengah yang ambisius. Hal ini mencerminkan pandangan pasar terhadap kemampuan perusahaan memaksimalkan sinergi layanan digitalnya.
Baca Juga
Komentar