IHSG Sentuh 8.365, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sorotan Investor
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki ruang penguatan dan berpeluang menguji level 8.365 pada perdagangan Rabu (22/10/2025).
Setelah dua hari reli, sinyal teknikal menunjukkan momentum beli masih dominan di pasar modal Indonesia.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG menguat 1,84 persen ke level 8.238, dengan volume transaksi tinggi di sektor energi dan infrastruktur.
Kenaikan tersebut sempat membentuk gap di area 8.117–8.161, yang kini menjadi zona kunci untuk menentukan arah pergerakan indeks selanjutnya.
Tim riset MNC Sekuritas melalui laporan MNCS Daily Scope Wave menjelaskan bahwa secara teknikal, IHSG kini berada di awal fase wave [iii] dari wave 5 (label merah).
Fase ini disebut sebagai momentum lanjutan reli jangka pendek yang berpotensi mendorong indeks menuju kisaran 8.228–8.365.
“Best case-nya, IHSG berpotensi melanjutkan reli menuju 8.365, dengan momentum beli yang masih kuat,” tulis tim riset MNC Sekuritas dalam keterangan tertulis, Rabu (22/10/2025).
Meski begitu, analis mengingatkan agar pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi penguatan terbatas yang dapat diikuti koreksi wajar ke area 8.091–8.182 sebelum kembali melanjutkan tren naik.
Koreksi sehat dinilai penting untuk menjaga ritme penguatan jangka menengah.
Secara teknikal, support IHSG diperkirakan berada di level 8.107 dan 8.022, sedangkan resistance terdekat berada pada 8.250 dan 8.288.
Konsolidasi jangka pendek masih mungkin terjadi mengingat sebagian investor mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah penguatan dua hari berturut-turut.
Sektor energi dan konsumer masih menjadi motor utama pergerakan IHSG. Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu kembali menarik perhatian, terutama karena kontribusi besar terhadap kapitalisasi pasar di sektor energi hijau.
Berikut rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini:
1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
BREN terkoreksi tipis 0,27 persen ke Rp9.250, disertai peningkatan volume beli. Selama harga bertahan di atas Rp9.100, saham ini dinilai masih berada di awal fase wave [iii].
-
Spec Buy: Rp9.150–Rp9.225
-
Target Price: Rp9.400, Rp9.725
-
Stoploss: di bawah Rp9.100
2. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
CUAN turun 1,73 persen ke Rp2.270 dengan tekanan jual ringan. Posisi teknikalnya berada di awal wave [v] dari wave 1.
-
Buy on Weakness: Rp2.160–Rp2.260
-
Target Price: Rp2.600, Rp2.760
-
Stoploss: di bawah Rp2.090
3. PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL)
EXCL menguat 3,31 persen ke Rp2.500 dengan peningkatan volume beli signifikan. Saham ini diperkirakan berada pada wave (iv) dari wave [c].
-
Buy on Weakness: Rp2.450–Rp2.490
-
Target Price: Rp2.540, Rp2.580
-
Stoploss: di bawah Rp2.430
4. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
SIDO naik 0,91 persen ke Rp555 meski diikuti tekanan jual moderat. Saat ini posisi teknikal berada pada wave (iii) dari wave [iii].
-
Buy on Weakness: Rp535–Rp545
-
Target Price: Rp575, Rp595
-
Stoploss: di bawah Rp530
Analis menilai sentimen positif dari sektor energi terbarukan dan ekspektasi data ekonomi makro menjadi faktor utama yang menopang penguatan IHSG.
Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta memperhatikan arah pergerakan global, terutama dari rilis data inflasi Amerika Serikat dan kebijakan suku bunga The Fed.
Dengan momentum penguatan yang masih terjaga, peluang IHSG menembus 8.365 dinilai cukup terbuka, selama indeks mampu bertahan di atas area support-nya.
Baca Juga
Komentar