IHSG Melejit 8.310! Saatnya Serok INET, COIN, dan BUVA? Ini Peta Cuan Terbaru
KOTA BEKASI — Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memantik optimisme pasar. Pada perdagangan terakhir, indeks ditutup menguat 1,19 persen ke level 8.310. Lonjakan ini tidak sekadar kenaikan teknikal biasa. Volume pembelian yang ikut meningkat menjadi sinyal bahwa minat beli investor masih terjaga, bahkan cenderung agresif.
Di tengah euforia tersebut, pelaku pasar kini bersiap menghadapi sesi perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, dengan fokus pada area support 7.863–7.712 dan resistance 8.354–8.517. Rentang ini menjadi arena krusial yang menentukan: apakah IHSG akan melanjutkan tren penguatan atau justru mengalami koreksi sehat sebelum kembali menanjak.
Momentum ini pun dimanfaatkan sejumlah analis untuk memberikan rekomendasi saham unggulan yang dinilai memiliki peluang teknikal menarik. Strategi yang diusung sebagian besar adalah buy on weakness—membeli saat harga terkoreksi dalam tren naik—sebuah pendekatan klasik yang tetap relevan di pasar yang dinamis.
IHSG dan Nafas Panjang Tren Bullish
Kenaikan 1,19 persen memang terlihat moderat, namun dalam konteks teknikal, ini menandakan daya tahan indeks tetap solid di atas level psikologis 8.000. Selama IHSG mampu bertahan di atas area support terdekat, peluang untuk menguji resistance 8.354 bahkan 8.517 masih terbuka.
Kehadiran volume pembelian menjadi pembeda. Tanpa dukungan volume, reli sering kali rapuh. Namun kali ini, arus beli menunjukkan akumulasi yang cukup konsisten.
Meski demikian, investor tidak boleh lengah. Setiap reli selalu menyimpan potensi koreksi. Koreksi bukan ancaman, melainkan bagian alami dari siklus pasar. Justru dalam fase inilah strategi buy on weakness menjadi relevan.
Strategi Buy on Weakness: Peluang di Balik Koreksi
MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dikoleksi. Fokus utamanya ada pada emiten yang secara teknikal menunjukkan pola akumulasi dan memiliki potensi kenaikan lanjutan.
Berikut saham-saham yang masuk radar:
1. Bukit Uluwatu (BUVA)
Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) direkomendasikan buy on weakness di rentang Rp1.350–1.450 per saham. Target harga berada di kisaran Rp1.595–1.720, dengan batas stop loss di Rp1.245.
Secara teknikal, BUVA menunjukkan potensi pembalikan arah setelah fase konsolidasi. Jika mampu bertahan di atas area akumulasi, saham ini berpeluang mencetak kenaikan lanjutan.
Sektor properti dan hospitality yang mulai pulih juga menjadi sentimen tambahan yang dapat menopang pergerakan harga.
2. Indokripto (COIN)
PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) masuk daftar berikutnya dengan rekomendasi buy on weakness di rentang Rp1.860–1.940. Target harga diproyeksikan Rp2.200–2.410, dengan stop loss di Rp1.800.
Saham berbasis aset kripto dan digital ini cenderung memiliki volatilitas tinggi. Namun volatilitas sering kali menjadi ladang peluang bagi trader aktif. Selama tren teknikal masih mengarah naik, COIN dinilai memiliki ruang apresiasi yang menarik.
3. Sinergi Inti (INET)
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) direkomendasikan beli di kisaran Rp390–418, dengan target Rp458–494 dan stop loss Rp362.
Saham teknologi dan infrastruktur jaringan ini menunjukkan pola teknikal yang cukup atraktif. Di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas digital, sektor ini tetap memiliki daya tarik jangka menengah hingga panjang.
4. Pantai Indah Kapuk (PANI)
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mendapat rekomendasi speculative buy di rentang Rp10.575–10.800, dengan target Rp11.725–12.200 dan stop loss Rp10.225.
Sebagai saham properti premium, PANI sering menjadi incaran investor ketika sektor properti menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Status speculative buy menandakan potensi tinggi, tetapi dengan risiko yang juga perlu diperhitungkan.
Membaca Peta Support dan Resistance IHSG
Area support 7.863–7.712 menjadi benteng pertahanan IHSG. Selama indeks tidak menembus area ini secara signifikan, struktur kenaikan masih relatif aman.
Sebaliknya, resistance 8.354–8.517 adalah area uji kekuatan. Jika berhasil ditembus dengan volume tinggi, IHSG berpotensi membuka ruang kenaikan lebih luas.
Investor jangka pendek cenderung memanfaatkan fluktuasi ini untuk trading cepat, sementara investor jangka menengah melihatnya sebagai konfirmasi tren.
Sentimen dan Psikologi Pasar
Kenaikan indeks sering kali menciptakan euforia. Namun pengalaman mengajarkan bahwa disiplin tetap nomor satu. Setiap rekomendasi selalu disertai stop loss—sebuah pengingat bahwa manajemen risiko tidak boleh diabaikan.
Pasar saham adalah kombinasi antara data, analisis, dan psikologi. Ketika optimisme berlebihan, risiko koreksi meningkat. Sebaliknya, saat ketakutan mendominasi, peluang sering muncul.
Dalam kondisi saat ini, IHSG berada di fase optimisme terukur. Volume pembelian memberi sinyal kepercayaan, tetapi investor tetap perlu memperhatikan dinamika global dan sentimen domestik.
Momentum atau Jebakan?
Pertanyaan yang sering muncul: apakah ini awal reli lanjutan atau sekadar technical rebound?
Jawabannya bergantung pada konsistensi aliran dana. Jika akumulasi terus terjadi dan indeks menembus resistance dengan kuat, maka tren naik berpotensi berlanjut.
Namun jika tekanan jual muncul di area resistance, koreksi sehat kemungkinan terjadi sebelum melanjutkan kenaikan.
Di sinilah pentingnya strategi bertahap. Tidak semua dana harus masuk sekaligus. Pembelian bertahap memberi ruang manuver jika pasar bergerak di luar ekspektasi.
Disiplin Jadi Kunci
Rekomendasi buy on weakness bukan berarti membeli tanpa perhitungan. Investor perlu menunggu harga mendekati area yang direkomendasikan, bukan mengejar saat harga sudah melambung.
Stop loss juga harus dipatuhi. Banyak kerugian besar terjadi bukan karena salah analisis, tetapi karena enggan mengakui kesalahan.
IHSG yang menguat 1,19 persen memang memberi angin segar. Namun pasar saham selalu bergerak dinamis. Peluang dan risiko berjalan beriringan.
Kesimpulan: Siapkah Anda Memanfaatkan Momentum?
Dengan IHSG di level 8.310 dan potensi uji resistance 8.354–8.517, pasar sedang berada di persimpangan penting. Rekomendasi terhadap BUVA, COIN, INET, dan PANI membuka opsi menarik bagi investor yang siap disiplin.
Momentum memang ada, tetapi manajemen risiko tetap menjadi fondasi utama.
Apakah ini saat tepat untuk serok saham pilihan? Jawabannya ada pada strategi dan kedisiplinan masing-masing investor.
Pasar sudah memberi sinyal. Kini keputusan ada di tangan Anda.
Baca Juga
Komentar