Harga Minyak Kedelai Melonjak, CPO Menguat Terus dalam Tren Bullish
Pena Insight
Bekasi, 5 September 2025 - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali melesat dalam perdagangan, pada Kamis (4/09/2025). Pergerakan harga minyak nabati global, terutama minyak kedelai, ikut menjadi pendorong utama penguatan harga CPO.
Bursa Malaysia Derivatives Exchange mencatat harga kontrak CPO pengiriman November ditutup di posisi MYR 4.448 per ton. Angka ini naik 0,14% dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya, mempertegas tren penguatan yang sudah berlangsung sebulan penuh.
Dalam 20 hari perdagangan terakhir, harga CPO tercatat melesat 4,51%. Secara year to date (ytd), sepanjang 2025 kenaikan harga sudah menembus 8%. Bila dihitung dalam periode setahun, harga CPO bahkan lebih mahal 20% dibandingkan tahun lalu.
Salah satunya adalah kenaikan harga minyak nabati pesaing. Minyak kedelai di Bursa Dalian, China, naik 0,48%, sementara di Chicago Board of Trade (CBOT), Amerika Serikat, menguat 0,14%. Lonjakan harga tersebut membuat CPO menjadi alternatif yang lebih kompetitif di pasar global karena substitusi antar minyak nabati lazim terjadi.
Selain pengaruh harga minyak nabati, pelemahan mata uang ringgit Malaysia terhadap dolar Amerika Serikat juga turut mendorong harga CPO. Ringgit melemah 0,05% kemarin, sehingga membuat harga CPO relatif lebih murah bagi investor asing yang memegang mata uang lain.
Secara teknikal, CPO masih berada dalam zona bullish. Relative Strength Index (RSI) harian berada di level 54, menandakan tren penguatan masih cukup kuat. RSI yang menjauhi batas netral 50 memperlihatkan momentum kenaikan bisa berlanjut.
Indikator Stochastic RSI sempat menyentuh 25, mantul dari area oversold di 20. Hal ini menandakan fase jual mungkin sudah berakhir, sehingga ruang untuk rebound harga semakin terbuka. Meski demikian, investor tetap diminta waspada terhadap kemungkinan koreksi teknikal.
Untuk perdagangan hari ini, pivot point berada di MYR 4.496 per ton. Jika level ini berhasil ditembus, harga CPO berpeluang menguji resistance selanjutnya di kisaran MYR 4.510 hingga MYR 4.550 per ton. Sementara itu, support terdekat ada di MYR 4.404 per ton, dengan potensi penurunan hingga MYR 4.377 per ton jika ditembus.
Tren kenaikan harga CPO ini akan berdampak pada sektor perkebunan dan industri turunan sawit, termasuk minyak goreng. Dengan harga yang terus menguat, eksportir CPO diuntungkan, tetapi pasar domestik harus bersiap dengan potensi kenaikan harga turunan di tingkat konsumen.
Baca Juga
Komentar