Gubernur Malut Umumkan 12 Ribu Lowongan Posisi untuk Warga Malut
Pena Insight
Ternate, 7 September 2025 — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, resmi meluncurkan program 12.000 lowongan kerja pemanjat kelapa. Program ini diperkenalkan dalam sebuah acara di Pantai Sulamadaha, Ternate, pada Rabu, 4 September 2025, bersamaan dengan peluncuran aplikasi “Jaga Desa” dari Kejaksaan Agung.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan kreatif pemerintah daerah dalam membuka lapangan kerja baru sekaligus memanfaatkan potensi kelapa yang melimpah di Maluku Utara. Gubernur Sherly menegaskan bahwa program ini menyasar masyarakat desa usia produktif, khususnya di wilayah Halmahera Utara, Barat, dan Timur.
Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Job Seeker, sebuah platform digital yang dirancang menyerupai media sosial. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mendaftar pekerjaan tanpa perlu antre atau berkumpul di lokasi tertentu, sehingga lebih cepat, praktis, dan transparan.
Dalam sambutannya, Sherly mengajak kepala daerah di Halbar, Halut, dan Halmahera Timur untuk mendorong warganya memanfaatkan kesempatan ini. Ia menyebut ribuan posisi yang tersedia dapat menjadi solusi bagi tingginya angka pengangguran di wilayah pedesaan.
Selain membuka lapangan kerja, pemerintah juga menjanjikan berbagai fasilitas bagi pekerja. Mereka yang lolos akan menerima upah di atas Upah Minimum Regional (UMR), serta mendapatkan perlindungan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Tak hanya itu, setiap pekerja akan dibekali pelatihan profesional, seragam, dan peralatan kerja yang memadai. Dengan cara ini, program tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan kompetensi sumber daya manusia lokal.
Sherly menyebut, program ini adalah bagian dari visi pemerintah provinsi untuk memperkuat sektor pertanian dan perkebunan, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Maluku Utara. “Kelapa adalah emas hijau yang harus dikelola dengan serius,” ujarnya.
Aplikasi Job Seeker sendiri dikembangkan oleh Jobseeker Company dengan konsep user-friendly. Dengan fitur layaknya media sosial, pengguna dapat membuat profil, mengunggah data, dan langsung mendaftar pekerjaan yang tersedia.
Peluncuran program ini mendapat dukungan penuh dari Kejaksaan Agung. Acara turut dihadiri oleh Jaksa Agung Muda Intelijen, Prof. Dr. Reda Manthovani, serta para bupati dan wali kota se-Maluku Utara yang menandatangani nota kesepahaman dengan Kejaksaan Negeri di daerah masing-masing.
Menurut Reda Manthovani, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga penegak hukum dalam program pemberdayaan desa adalah langkah penting untuk memastikan transparansi sekaligus keberlanjutan.
Program ini juga melibatkan PT Niko sebagai mitra strategis, serta didukung oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maluku Utara. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat rantai distribusi tenaga kerja hingga ke pelosok desa.
Banyak pihak menilai langkah Gubernur Sherly sangat inspiratif karena mampu menggabungkan inovasi digital, pemberdayaan ekonomi lokal, dan jaminan perlindungan pekerja dalam satu program.
Dengan jumlah lowongan mencapai 12 ribu posisi, peluang ini diyakini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.
Para pengamat menilai, jika dijalankan secara konsisten, program ini dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola potensi perkebunan lokal sekaligus mengurangi pengangguran.
Bagi masyarakat Maluku Utara, terutama generasi muda di pedesaan, program pemanjat kelapa ini membuka jalan baru untuk berkarier dengan lebih terstruktur, modern, dan sejahtera.
Baca Juga
Komentar