Eko Setyo Pramono Dorong Peningkatan Kesehatan, Pendidikan, dan Solusi Cerdas Sampah Bantar Gebang
KOTA BEKASI —Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Gerindra dan Demokrat, R. Eko Setyo Pramono, menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan sektor kesehatan, pendidikan, serta penanganan sampah di kawasan Bantar Gebang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Reses III Tahun 2025 yang digelar di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 3, meliputi Rawalumbu, Mustika Jaya, Bantar Gebang, dan Sumur Batu.
Eko menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan wadah penting bagi wakil rakyat untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung. “Reses ini bukan sekadar agenda formal. Ini kesempatan kita turun ke lapangan, mendengar keluhan masyarakat, dan mencari solusi nyata,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan, Senin (10/11/2025).
Menurutnya, banyak persoalan di masyarakat yang baru bisa diketahui secara mendalam ketika wakil rakyat hadir langsung di tengah warga. “Kita ingin melihat langsung kondisi masyarakat, supaya kebijakan yang kita perjuangkan tepat sasaran,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Eko juga mensosialisasikan sejumlah program pemerintah, salah satunya program RW 100 Juta yang digagas Pemerintah Kota Bekasi. Program ini, kata dia, merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pembangunan berbasis lingkungan.
“Program RW 100 Juta itu sangat bagus untuk memperkuat pembangunan lokal. Tapi masih banyak warga yang belum tahu mekanisme pengajuannya, karena itu kami bantu menjelaskan,” tutur Eko.
Ia mengimbau agar para pengurus RW lebih aktif menyampaikan informasi program tersebut kepada warga agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas. “Kalau komunikasi antara RW dan warga berjalan baik, realisasi program akan lebih cepat,” tambahnya.
Selain pembangunan lingkungan, Eko menegaskan bahwa isu kesehatan dan pendidikan juga menjadi fokus utama Komisi IV DPRD Kota Bekasi. Ia menilai bahwa akses layanan kesehatan gratis bagi warga Bekasi sudah menunjukkan hasil yang baik.
“Sekarang hampir 95 persen warga bisa berobat cukup dengan KTP. Kalau ada yang belum terdaftar BPJS, kami bantu daftarkan, terutama bagi masyarakat kurang mampu,” jelasnya.

Dalam hal pendidikan, Eko memastikan agar seluruh anak di Bekasi, khususnya di wilayah padat seperti Mustika Jaya dan Bantar Gebang, bisa mendapatkan pendidikan dasar secara gratis. “Sekolah negeri wajib membuka akses pendidikan bagi semua anak, tanpa diskriminasi,” tegasnya.
Eko meminta masyarakat untuk segera melapor jika ada pihak sekolah atau oknum yang mempersulit proses pendaftaran. “Kalau ada yang dipersulit, laporkan. Kami dari DPRD siap turun tangan,” ucapnya.
Persoalan lingkungan juga menjadi salah satu perhatian besar dalam kegiatan reses kali ini. Sejumlah warga Bantar Gebang dan Sumur Batu menyampaikan keluhan mengenai tumpukan sampah yang menggunung dan potensi bahaya longsor di kawasan TPA Bantar Gebang.
Menanggapi hal itu, Eko menyatakan bahwa isu sampah di Bantar Gebang sudah menjadi perhatian nasional. “Masalah ini sudah dibahas di tingkat pusat. Bahkan Pak Prabowo sendiri ikut menyoroti kondisi Bantar Gebang karena risiko longsornya cukup tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Bekasi tengah berkoordinasi untuk mencari solusi jangka panjang, termasuk penerapan teknologi modern dalam pengelolaan sampah.
“Salah satu langkah yang sedang dikaji adalah mengubah sampah menjadi energi listrik, atau waste to energy. Ini bukan hanya mengurangi tumpukan sampah, tapi juga menciptakan sumber daya baru bagi kota,” kata Eko.
Menurutnya, program tersebut akan menjadi solusi efektif jika mendapat dukungan penuh dari masyarakat. “Kita ingin ubah paradigma, bahwa sampah bukan lagi beban, tapi potensi energi,” tegasnya.
Eko juga menyoroti pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menyampaikan aspirasi. Ia menilai pembangunan tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan warga secara langsung.
“Kalau masyarakat ikut berpartisipasi, pembangunan akan lebih cepat dan tepat sasaran. Karena itu, saya mengajak warga Dapil 3 untuk aktif menyuarakan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Menutup pertemuan tersebut, Eko menyampaikan harapannya agar semua elemen masyarakat bersama-sama membangun Bekasi menjadi kota yang lebih maju dan sejahtera. “Harapan saya sederhana, warga kita bisa hidup sehat, anak-anak bisa sekolah, dan lingkungan kita bersih. Itulah cara kita mengisi semangat kemerdekaan hari ini,” tutupnya. (Adv)
Baca Juga
Komentar