DPR Setujui Ricky Gozali Jadi Deputi Gubernur BI 2025-2030, Tantangan Kredibilitas di Era Baru Prabowo
Pena Insight
Jakarta, 4 Juli 2025 — Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia hari ini secara resmi menyetujui Ricky Perdana Gozali sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2025–2030. Ricky akan menggantikan Doni Primanto Joewono, yang masa jabatannya berakhir tahun ini. Persetujuan tersebut diberikan dalam rapat paripurna DPR setelah sebelumnya melalui uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI.
Transparansi Masih Dipertanyakan
Proses pemilihan Deputi Gubernur BI kali ini dinilai sejumlah pengamat berlangsung relatif cepat namun masih menyisakan pertanyaan soal transparansi. DPR menyetujui usulan Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya mengajukan dua nama: Ricky Perdana Gozali dan Dicky Kartikoyono, untuk dipilih melalui mekanisme uji kepatutan.
Ricky saat ini menjabat sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta. Ia dikenal sebagai figur teknokratik dengan pengalaman panjang di bidang moneter dan sistem pembayaran. Namun, tak sedikit kalangan menilai bahwa penunjukannya tak lepas dari dinamika politik dalam transisi pemerintahan Prabowo.
Risiko Independensi Bank Sentral
Dengan terpilihnya Ricky, komposisi Dewan Gubernur BI dinilai semakin selaras dengan arah kebijakan fiskal pemerintah. Beberapa ekonom menyuarakan kekhawatiran bahwa hal ini bisa menggerus independensi BI dalam menjaga stabilitas moneter di tengah tekanan fiskal dan geopolitik global yang menguat.
Pengamat ekonomi dari INDEF menyebut proses pemilihan Deputi Gubernur BI perlu direformasi agar lebih terbuka dan menjamin integritas calon. "Publik berhak tahu lebih dalam soal visi dan rekam jejak calon, bukan sekadar formalitas uji kelayakan," tegas Bhima Yudhistira, Direktur CELIOS.
Ricky akan berperan penting dalam kebijakan suku bunga, digitalisasi sistem pembayaran, hingga penguatan rupiah di tengah volatilitas global. Ia juga akan terlibat langsung dalam merumuskan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter selama masa transisi awal pemerintahan baru.
Terpilihnya Ricky terjadi di tengah sorotan tajam terhadap kebijakan ekonomi era Prabowo-Gibran yang disebut-sebut akan lebih ekspansif. Dalam konteks ini, Deputi Gubernur BI yang baru diharapkan mampu menegakkan batas antara kebijakan moneter yang independen dan tekanan politik kekuasaan.
Dalam pernyataan perdananya usai terpilih, Ricky berkomitmen untuk menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat keuangan digital nasional, dan mendorong inklusi keuangan yang merata. Ia juga menegaskan akan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas dalam pengambilan kebijakan.
Dengan disetujuinya Ricky sebagai Deputi Gubernur BI, publik kini menanti konsistensinya dalam menjaga integritas bank sentral. Masa jabatan lima tahun ke depan akan menjadi ujian berat di tengah tekanan politik, ekonomi global, serta ekspektasi publik terhadap kredibilitas moneter nasional.
Baca Juga
Komentar