Diduga Balap Liar di Duren Sawit, Brimob Amankan 10 Motor Hari Ini
JAKARTA — Patroli gabungan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya dan Perintis Polres Metro Jakarta Timur mengamankan 10 sepeda motor dari lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas balap liar di kawasan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Penindakan tersebut dilakukan pada Minggu (4/10/2026) dini hari saat personel gabungan melaksanakan patroli untuk mengantisipasi tawuran, balap liar, serta aksi kebut-kebutan yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat.
Sekitar pukul 04.20 WIB, petugas mendapati adanya kerumunan di kawasan tersebut. Personel kemudian membubarkan kerumunan dan mengamankan 10 sepeda motor yang berada di lokasi.
Seluruh kendaraan yang diamankan selanjutnya diserahkan kepada Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan.
Sebelum menemukan kerumunan di kawasan Malaka Jaya, personel patroli juga mendapati sekelompok pemuda berkumpul di kawasan Jalan TPU Malaka, Pondok Kopi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan para pemuda sedang mengonsumsi minuman keras. Personel kemudian melakukan langkah pencegahan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan patroli preventif akan terus dilakukan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan kamtibmas.
Menurut Henik, patroli tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian mencegah terjadinya tawuran, balap liar, maupun aktivitas lain yang dapat membahayakan masyarakat.
“Patroli akan terus ditingkatkan sebagai langkah preventif. Jika ditemukan kegiatan yang berpotensi mengganggu kamtibmas, personel akan mengambil tindakan sesuai ketentuan dan berkoordinasi dengan satuan kewilayahan,” jelas Henik.
Ia menambahkan, keberadaan personel di lapangan diharapkan dapat mencegah gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih besar.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, tidak menggunakan jalan raya sebagai arena balap.
Budi menegaskan aktivitas balap liar tidak hanya membahayakan pelakunya, tetapi juga dapat mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Kami mengajak para remaja untuk tidak melakukan balap liar karena sangat berbahaya, bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga pengguna jalan lainnya,” ujar Budi.
Ia juga meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hingga dini hari ketika potensi terjadinya aksi balap liar dan tawuran perlu diantisipasi.
Menurut Budi, upaya menjaga keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran masyarakat dan keluarga juga diperlukan untuk mencegah berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Polda Metro Jaya mengajak masyarakat segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya rencana balap liar, tawuran, maupun aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 untuk melaporkan kondisi yang membutuhkan respons kepolisian.
Polisi memastikan patroli preventif akan terus dilakukan di wilayah-wilayah yang dinilai rawan sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi keamanan yang kondusif, khususnya pada malam hingga dini hari.
Baca Juga
Komentar