Deretan Saham Top Gainers Pekan Ini: RMKO Melesat 133 Persen, IHSG Sentuh Rekor Baru
Jakarta — Pasar saham Indonesia menutup pekan ketiga Januari 2026 dengan dinamika menarik. Di tengah rekor baru Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menembus level psikologis 9.100, sejumlah saham justru mencatat lonjakan luar biasa dan masuk dalam daftar top gainers Bursa Efek Indonesia (BEI). Yang paling mencuri perhatian adalah saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) yang melonjak lebih dari 130 persen hanya dalam sepekan.
Data statistik BEI menunjukkan bahwa selama periode perdagangan 19–23 Januari 2026, IHSG sempat mencatat sejarah dengan menyentuh level 9.134. Capaian ini memperkuat optimisme pasar terhadap prospek ekonomi nasional dan arus dana asing yang kembali masuk ke bursa domestik.
Namun, euforia tersebut tidak sepenuhnya bertahan hingga akhir pekan. IHSG ditutup melemah 1,37 persen ke level 8.951,010, turun dari posisi pekan sebelumnya di 9.075,406. Koreksi ini dinilai wajar oleh pelaku pasar setelah reli panjang sejak awal tahun.
Di tengah fluktuasi indeks, sejumlah saham lapis dua dan tiga justru mencatat performa spektakuler. Lonjakan harga saham-saham ini menjadi magnet bagi trader ritel, sekaligus mencerminkan tingginya aktivitas spekulatif di awal tahun.
RMKO Terbang 133 Persen
Saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) menjadi bintang utama pekan ini. Harga saham RMKO melesat 133,78 persen dan ditutup di level Rp1.730.
Kenaikan tajam ini menempatkan RMKO sebagai top gainer tertinggi sepekan di BEI. Aktivitas transaksi saham ini juga meningkat signifikan, menandakan masuknya minat investor jangka pendek yang berburu momentum.
Meski belum ada pengumuman korporasi besar yang dirilis perseroan, pelaku pasar menduga lonjakan terjadi akibat kombinasi faktor teknikal, sentimen sektor kontraktor tambang, serta rotasi dana ke saham berkapitalisasi kecil.
AIMS, BAIK, hingga NATO Ikut Meroket
Di posisi kedua, PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) mencatat kenaikan 91,31 persen ke level Rp815. Saham ini kembali aktif diperdagangkan setelah sebelumnya bergerak datar cukup lama.
Selanjutnya, PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) melonjak 87,28 persen ke Rp324, disusul PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) yang menanjak 86,92 persen ke Rp1.000. Keduanya menjadi incaran trader harian karena volatilitas tinggi.
Sementara itu, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menguat 80,91 persen ke Rp199, memperpanjang tren penguatan saham sektor tekstil yang mulai bangkit setelah tekanan panjang selama beberapa tahun terakhir.
Gelombang Reli Saham Lapis Kecil
Tak hanya itu, PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) melambung 78,57 persen ke Rp575, sedangkan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) tumbuh 54,33 persen ke Rp980. LPCK mendapat sentimen positif dari optimisme sektor properti kawasan industri yang kembali menggeliat.
PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) naik 50 persen ke Rp354, mencerminkan minat investor terhadap emiten teknologi dan data center yang diproyeksikan tumbuh seiring ekspansi digital nasional.
Saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) meningkat 43,80 persen ke Rp8.700, sedangkan PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) menjulang 42,25 persen ke Rp202, melengkapi daftar 10 besar top gainers pekan ini.
Antara Fundamental dan Spekulasi
Pengamat pasar menilai lonjakan saham-saham ini lebih banyak dipengaruhi faktor teknikal dan arus spekulasi jangka pendek, bukan semata kinerja fundamental.
Awal tahun kerap menjadi periode “window dressing” dan rotasi portofolio investor. Saham berkapitalisasi kecil dengan likuiditas rendah cenderung mengalami pergerakan ekstrem ketika terjadi lonjakan minat beli secara bersamaan.
Di sisi lain, rekor IHSG yang sempat menyentuh 9.134 memperkuat keyakinan bahwa pasar saham Indonesia masih berada dalam tren jangka menengah yang positif. Aliran dana asing, stabilitas nilai tukar rupiah, serta proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional turut menopang sentimen pasar.
Meski begitu, analis mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati mengejar saham yang sudah naik terlalu tinggi dalam waktu singkat.
“Ketika kenaikan terjadi sangat cepat, risiko koreksi juga sama besarnya. Investor perlu memperhatikan manajemen risiko dan tidak hanya mengikuti euforia,” ujar seorang analis pasar modal di Jakarta.
Prospek Pekan Depan
Memasuki pekan terakhir Januari, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral utama, serta laporan kinerja keuangan emiten kuartal IV-2025 yang mulai dipublikasikan.
Jika sentimen global tetap kondusif, IHSG berpeluang kembali menguji area psikologis 9.000. Namun volatilitas diperkirakan tetap tinggi, terutama pada saham-saham lapis kecil yang menjadi primadona trader.
Bagi investor ritel, fenomena top gainers pekan ini menjadi bukti bahwa peluang cuan di bursa selalu ada. Namun di balik potensi keuntungan besar, tersimpan pula risiko yang tak kalah besar.
Pasar saham, seperti biasa, memberi hadiah bagi yang disiplin dan hukuman bagi yang terlalu terbawa euforia.
Baca Juga
Komentar