Cicipi Cetak KTP Sendiri, Tri Adhianto Pastikan Pelayanan Ekstra MPP Bekasi Hadir Nyata untuk Warga
Bekasi — Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu pagi (1/2/2026), terasa berbeda dari biasanya. Di tengah warga yang berolahraga dan bersantai, Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Bekasi justru tampak sibuk melayani urusan administrasi. Mulai dari pengurusan KTP elektronik, pajak kendaraan, hingga layanan perbankan, semua hadir dalam satu titik layanan terpadu.
Program pelayanan ekstra MPP yang digelar setiap CFD ini kembali mendapat sambutan positif dari masyarakat. Bagi warga yang selama ini kesulitan mengurus administrasi di hari kerja, layanan akhir pekan menjadi solusi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh layanan berjalan optimal. Tidak sekadar meninjau, Tri bahkan ikut merasakan sendiri proses pelayanan dengan menjadi operator pencetakan E-KTP.
Di salah satu loket Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Tri Adhianto terlihat melayani seorang warga yang mengajukan penggantian KTP elektronik karena rusak. Ia mengikuti seluruh proses, mulai dari pendaftaran hingga pencetakan KTP.
“Tadi ada warga yang KTP-nya rusak. Prosesnya cepat, daftar langsung dipanggil. Saya coba sendiri menjadi operator, ternyata memang tidak memakan waktu lama,” ujar Tri.

Pengalaman tersebut menjadi bukti langsung bahwa sistem pelayanan yang disiapkan Pemkot Bekasi berjalan efektif. Dengan alur yang sederhana dan petugas yang siaga, warga tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan dokumen kependudukan yang dibutuhkan.
Dalam waktu pelayanan yang dibuka sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, hampir 50 warga tercatat telah mendapatkan layanan administrasi. Angka ini dinilai cukup signifikan mengingat layanan dilakukan di ruang terbuka dan bersamaan dengan aktivitas CFD.
“Kurang lebih hampir 50 warga sudah terlayani hari ini. Pelayanan empat jam ini cukup efisien dan sangat membantu masyarakat,” kata Tri Adhianto.
Menurutnya, kehadiran layanan publik di ruang aktivitas warga merupakan bentuk pendekatan baru pelayanan pemerintahan yang lebih adaptif dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.
Banyak warga mengaku terbantu dengan adanya pelayanan ekstra MPP setiap CFD. Selama ini, jam kerja yang padat sering menjadi kendala utama dalam mengurus administrasi, terutama bagi pekerja sektor swasta dan informal.
Dengan menghadirkan layanan di hari Minggu, Pemkot Bekasi memberi ruang bagi warga untuk mengurus kebutuhan administrasi tanpa harus mengambil cuti atau meninggalkan pekerjaan.
“Ini salah satu bentuk pelayanan yang benar-benar terasa manfaatnya. Warga bisa olahraga, tapi juga bisa sekalian mengurus administrasi,” ujar salah satu warga yang mengurus KTP elektronik.
Pelayanan ekstra MPP ini tidak hanya menyediakan satu atau dua jenis layanan. Tercatat, 10 instansi terlibat langsung dalam program ini, antara lain:
-
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
-
Samsat
-
Imigrasi
-
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker)
-
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
-
PDAM Tirta Bhagasasi
-
Layanan Administrasi Hukum Umum (AHU)
-
PT Pos Indonesia
-
Bank BJB
Dengan keterlibatan banyak instansi, masyarakat dapat menyelesaikan berbagai urusan administrasi dalam satu kunjungan, tanpa harus berpindah-pindah lokasi.
Tri Adhianto menegaskan bahwa konsep pelayanan publik ke depan harus lebih humanis, dekat, dan responsif. Pemerintah, menurutnya, tidak boleh menunggu masyarakat datang ke kantor, tetapi justru harus hadir di tengah aktivitas warga.
“Kita ingin pelayanan hadir di tengah aktivitas masyarakat, tidak menyulitkan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Pendekatan ini sejalan dengan visi Pemkot Bekasi dalam membangun birokrasi yang melayani, bukan dilayani. Pelayanan publik tidak lagi identik dengan antrean panjang dan prosedur berbelit, tetapi menjadi proses yang cepat dan nyaman.
Kehadiran wali kota secara langsung di lokasi pelayanan juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Masyarakat dapat melihat secara langsung komitmen pimpinan daerah dalam memastikan kualitas layanan.
Langkah Tri Adhianto mencoba langsung mencetak KTP dinilai sebagai simbol bahwa pelayanan publik tidak boleh berjarak antara pemimpin dan warga.
Program pelayanan ekstra MPP di ruang publik ini berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain. Integrasi antara kegiatan sosial, olahraga, dan pelayanan publik dinilai efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
Pemkot Bekasi berencana terus mengevaluasi dan mengembangkan layanan ini agar semakin optimal, baik dari sisi jumlah layanan maupun durasi waktu pelayanan.
Dengan konsep sederhana namun tepat sasaran, pelayanan ekstra MPP di CFD membuktikan bahwa inovasi pelayanan publik tidak selalu membutuhkan teknologi rumit. Yang terpenting adalah kemauan untuk memahami kebutuhan warga dan menghadirkan solusi yang relevan.
Bagi warga Kota Bekasi, kehadiran layanan ini bukan sekadar kemudahan administratif, tetapi juga simbol perubahan wajah pelayanan publik yang lebih modern dan berpihak pada masyarakat.
Baca Juga
Komentar