Bripka Iwan Paroni Hadiri Pemakaman Tokoh Warga, Bukti Bhabinkamtibmas Dekat Bukan Sekadar Pengamanan
Pena Insight
Kota Bekasi, 30 Juli 2025 — Dalam suasana duka yang menyelimuti warga Kelurahan Bintarajaya, kehadiran Bripka Iwan Paroni, Bhabinkamtibmas Polsek Bekasi Barat, menjadi simbol pentingnya empati dalam tugas kepolisian. Bukan hanya sebagai petugas keamanan, namun sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri, ia turut hadir dalam pemakaman tokoh masyarakat Bapak Syawaluddin bin Bakir.
Momen pemakaman yang berlangsung pada Selasa siang di RT 08/03 Kelurahan Bintarajaya ini menjadi pengingat bahwa kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat tak boleh dikesampingkan dalam fungsi negara menjaga keamanan. Bripka Iwan datang tidak sendiri, ia bersama Ketua Pokdarkamtibmas Sektor Bekasi Barat, menunjukkan kolaborasi nyata antara masyarakat sipil dan aparat penegak hukum.
Pemakaman almarhum Syawaluddin, tokoh masyarakat yang dikenal luas di lingkungannya, menjadi ruang terbuka bagi aparat untuk membaur, bukan sekadar hadir sebagai simbol, tetapi ikut menyatu dalam duka bersama. Sikap ini mempertegas bahwa pendekatan humanis adalah strategi paling efektif dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini juga menunjukkan pola baru dalam pelayanan Bhabinkamtibmas yang kini lebih partisipatif. Tak hanya hadir saat ada masalah, namun juga dalam setiap fase kehidupan masyarakat — termasuk saat kehilangan orang yang dihormati. Hal ini selaras dengan arahan Kapolri soal pentingnya pendekatan restoratif dan humanis di tengah masyarakat urban.
Silaturahmi yang dijalin dalam nuansa duka justru mempererat hubungan antara warga dengan institusi keamanan. Warga yang hadir merespons positif kehadiran aparat, bahkan mengapresiasi langkah Bripka Iwan yang tak hanya hadir secara fisik, tetapi juga turut berbelasungkawa secara personal kepada keluarga almarhum.
Tidak bisa dipungkiri bahwa figur Bhabinkamtibmas seperti Bripka Iwan menjadi jembatan antara institusi dan warga. Dalam dunia yang kian pragmatis, kehadiran sosok polisi yang peka terhadap dinamika sosial dan emosional masyarakat memberi harapan akan wajah Polri yang lebih manusiawi dan diterima secara utuh.
Bagi masyarakat Bekasi Barat, khususnya Kelurahan Bintarajaya, kehadiran Bripka Iwan bukan sekadar representasi polisi di lapangan, tetapi sahabat yang hadir dalam suka dan duka. Ini membuktikan bahwa komunikasi keamanan bisa dibangun di luar kantor, lewat interaksi langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian pemakaman berjalan lancar dan penuh ketenangan. Tak ada gangguan keamanan, tak ada ketegangan. Justru yang terlihat adalah suasana kondusif hasil dari hubungan harmonis antara warga dan pihak kepolisian — hasil dari proses jangka panjang yang ditopang kepercayaan dan komunikasi terbuka.
Kegiatan ini juga mempertegas pentingnya program kemitraan di tingkat kewilayahan. Bukan sekadar jargon, tetapi bukti lapangan bahwa keamanan dan ketertiban bisa dibangun dari kedekatan sosial, bukan dominasi struktur. Pemakaman ini bukan hanya melepas kepergian seorang tokoh, tetapi juga merayakan hadirnya solidaritas sosial yang dipelopori oleh aparat yang peduli.
Baca Juga
Komentar