BMRI dan BBRI Jadi Saham Pilihan di Kuartal IV-2025, Potensi Cuan Tembus 46 Persen
Jakarta - Saham perbankan pelat merah masih menjadi primadona di sektor keuangan pada kuartal IV-2025. Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memiliki potensi cuan yang menarik, dengan valuasi masih tergolong murah.
Dalam riset bertajuk Market Outlook Kuartal IV-2025, Kiwoom Sekuritas menetapkan BMRI dan BBRI sebagai dua saham pilihan utama di sektor keuangan.
“BMRI mencatatkan kinerja yang stabil. Pemulihan kredit korporasi menjadi katalis utama yang dapat mendorong profitabilitas. BMRI memiliki potensi re-rating paling tinggi di antara big banks, dengan dividend yield mencapai 10% dan valuasi yang masih tergolong undervalue,” tulis tim riset Kiwoom Sekuritas, dikutip Minggu (5/10/2025).
Adapun BBRI, menurut Kiwoom, menunjukkan perbaikan di segmen mikro berkat normalisasi rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) serta dukungan dari program stimulus kredit produktif pemerintah.
“Dividend yield BBRI sekitar 8% dan valuasinya fair to undervalue (agak murah),” tulis riset tersebut.
Kiwoom Sekuritas mematok target harga saham BMRI di level Rp6.300 per saham dan BBRI di Rp4.720 per saham. Dengan harga penutupan pada Jumat (3/10/2025) masing-masing Rp4.310 (BMRI) dan Rp3.690 (BBRI), potensi kenaikan (upside potential) saham BMRI mencapai 46%, sedangkan BBRI sebesar 28%.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas dalam riset terbarunya juga mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BBRI dengan target harga Rp4.400 per saham. Salah satu katalis jangka pendek yang disebutkan adalah rencana pembagian dividen interim pada Desember 2025.
Di sisi lain, BBRI mencatatkan laba bersih (bank only) sebesar Rp4 triliun pada Agustus 2025, turun 16% secara tahunan (year-on-year/yoy), namun meningkat 6% dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month/mom). Total laba bersih (bank only) Januari–Agustus 2025 mencapai Rp32,6 triliun atau turun 10% yoy, setara 57% dari estimasi konsensus untuk tahun penuh.
Adapun BRI Danareksa Sekuritas tetap merekomendasikan buy untuk saham BMRI, namun menurunkan target harga dari Rp5.900 menjadi Rp5.000 per saham.
Penyesuaian ini didasarkan pada proyeksi penurunan Return on Equity (ROE) 2025 menjadi 17,3% dari sebelumnya 19,1%, serta peningkatan cost of equity (CoE) menjadi 12,4% dari 11,9%. Dengan valuasi tersebut, nilai wajar price-to-book value (PBV) BMRI berada di level 1,5 kali, turun dari sebelumnya 1,8 kali.
Dengan kombinasi fundamental yang kuat dan valuasi yang masih menarik, saham BMRI dan BBRI dinilai tetap menjadi andalan investor di tengah dinamika pasar pada kuartal IV-2025.
Baca Juga
Komentar