Blak-blakan di Udara! Wawali Harris Bobihoe Ungkap Peta Jalan 5 Tahun Pembangunan Kota Bekasi
Jakarta — Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe meluangkan waktu menyapa warga Kota Bekasi melalui siaran langsung Radio Camajaya FM 102.6, Sabtu (24/1/2026). Kehadirannya dalam program “Ngobrol Santai Sore” menjadi ruang komunikasi terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat, membahas arah kebijakan serta program prioritas Kota Bekasi lima tahun ke depan.
Dalam suasana dialog yang cair dan penuh keakraban, Harris Bobihoe menegaskan bahwa fokus utama kepemimpinan dirinya bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto adalah membangun kepercayaan publik. Ia menilai, keberhasilan sebuah pemerintahan bukan hanya diukur dari banyaknya program, tetapi sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.
“Dari visi dan misi yang diusung, kemudian program-program yang terus kami laksanakan, harapannya semua dapat terimplementasi dengan baik dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Harris Bobihoe di udara.
Menjawab Harapan Warga Kota Bekasi
Menurut Harris, tantangan utama pemerintahan daerah saat ini adalah memastikan setiap kebijakan tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi hadir nyata di kehidupan warga. Karena itu, seluruh program pembangunan dilakukan secara bertahap agar pelaksanaannya terukur dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa orientasi pembangunan Kota Bekasi diarahkan untuk menciptakan kota yang nyaman, produktif, berdaya saing, serta berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
“Kenapa bertahap? Karena kami ingin masyarakat benar-benar menerima dan merasakan langsung manfaat program pemerintah daerah,” jelasnya.
Program 100 Juta per RW dan Bank Sampah Jadi Sorotan
Dalam dialog tersebut, Harris Bobihoe juga memaparkan sejumlah program unggulan yang saat ini sedang dijalankan Pemerintah Kota Bekasi. Salah satu yang mendapat perhatian besar adalah program bantuan 100 juta rupiah bagi setiap RW, yang diarahkan untuk mendukung pembangunan berbasis lingkungan dan sosial.
Dana tersebut diharapkan dapat membantu warga membentuk bank sampah, memperbaiki kualitas lingkungan, serta menjadi solusi atas persoalan sosial di tingkat komunitas.
“Persoalan lingkungan tidak bisa hanya ditangani pemerintah. Partisipasi warga sangat penting. Program ini menjadi penggerak agar masyarakat terlibat langsung dalam pengelolaan lingkungan,” paparnya.
Langkah ini sekaligus menjawab tantangan Kota Bekasi sebagai wilayah urban padat yang kerap menghadapi persoalan sampah, drainase, dan kualitas ruang hidup.
Fly Over dan Infrastruktur Jadi Kunci Atasi Kemacetan
Selain lingkungan, sektor infrastruktur juga menjadi fokus utama. Harris menyampaikan bahwa pembangunan fly over di sejumlah perlintasan kereta api dirancang sebagai solusi konkret untuk mengurai kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama warga Bekasi.

Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur dasar lainnya juga terus dilakukan secara bertahap, seiring peningkatan kapasitas fiskal daerah.
“Perencanaan pembangunan fly over, infrastruktur jalan, hingga fasilitas publik lainnya saat ini sedang kami kerjakan secara bertahap. Targetnya jelas: memperbaiki mobilitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Ruang Publik Hijau dan Kota Ramah Warga
Wawali juga menyoroti pentingnya menghadirkan ruang publik hijau sebagai tempat rekreasi masyarakat. Menurutnya, kota modern tidak hanya diukur dari gedung tinggi, tetapi dari ketersediaan ruang terbuka yang sehat, nyaman, dan ramah keluarga.
Langkah ini sejalan dengan visi menjadikan Kota Bekasi sebagai kota toleran, inklusif, dan ramah investasi.
“Kami ingin menciptakan ruang publik hijau, kota yang toleran, membuka peluang investasi, mengembangkan sport tourism, hingga menciptakan lapangan kerja baru,” jelas Harris.
Stabilitas Pangan dan Pemerintahan Bersih
Dalam kesempatan tersebut, Harris Bobihoe turut menegaskan komitmen Pemkot Bekasi menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus menghadirkan pemerintahan yang bersih dan memberikan kepastian hukum.
Menurutnya, stabilitas ekonomi rumah tangga warga sangat bergantung pada terkendalinya harga kebutuhan pokok. Karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar pasokan pangan tetap aman dan terjangkau.
Di sisi lain, reformasi birokrasi dan transparansi tata kelola pemerintahan menjadi syarat mutlak untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, akurat, dan bebas pungli.
“Yang utama adalah menciptakan pemerintahan yang bersih dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat maupun investor,” tegasnya.
Ajak Warga dan Aktivis Muda Terlibat
Menutup sesi siaran, Harris Bobihoe mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Bekasi, termasuk aktivis muda dan komunitas kreatif, untuk ikut terlibat aktif dalam pembangunan kota.
“Kami membutuhkan dukungan penuh masyarakat. Sumbang pikiran, bekerja bersama, agar Kota Bekasi semakin nyaman dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tuturnya.
Ia juga mengakui bahwa tantangan ke depan tidak akan ringan. Namun dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, ia optimistis target pembangunan dapat tercapai.
“Saya bersama Pak Wali dan seluruh jajaran akan terus bekerja. Semoga dengan dukungan masyarakat, kami mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Komunikasi Publik Jadi Kunci Pemerintahan Terbuka
Kehadiran Wakil Wali Kota Bekasi di radio lokal ini menjadi bagian dari strategi komunikasi publik terbuka, sekaligus sarana menyerap aspirasi warga secara langsung. Format dialog santai seperti ini dinilai efektif untuk membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
Ke depan, Pemkot Bekasi berkomitmen memperluas kanal komunikasi baik melalui media massa, media sosial, maupun forum tatap muka agar setiap kebijakan pembangunan selalu berjalan searah dengan kebutuhan warga.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kota Bekasi menargetkan terwujudnya kota yang lebih tertata, hijau, sejahtera, serta memiliki daya saing tinggi di kawasan Jabodetabek.
Baca Juga
Komentar