BI & PBOC Uji Coba QRIS Lintas Negara: Strategi Kurangi Ketergantungan Dolar AS
Jakarta, 13 September 2025 - Bank Indonesia (BI) bersama People's Bank of China (PBOC) resmi melakukan uji coba terbatas konektivitas QRIS lintas negara.
Kolaborasi ini melibatkan BI, PBOC, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan UnionPay International sebagai penyedia infrastruktur teknis.
Uji coba ini berlangsung pada Kamis, 11 September 2025, di Beijing, Tiongkok, sebagai langkah awal sebelum implementasi penuh.
Lokasi peluncuran dilakukan di pusat keuangan Beijing, sekaligus menjadi percontohan untuk transaksi lintas negara Indonesia – Tiongkok.
Tujuan utama program ini adalah memperkuat sistem pembayaran, mendorong inklusi keuangan, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS melalui penggunaan mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT).
Melalui QRIS lintas negara, masyarakat Indonesia dapat melakukan pembayaran di Tiongkok cukup dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran domestik. Begitu pula wisatawan Tiongkok di Indonesia.
Dengan transaksi yang langsung menggunakan Rupiah dan Yuan, biaya konversi ke dolar dapat ditekan, sehingga mengurangi tekanan terhadap cadangan devisa.
Nilai perdagangan Indonesia–Tiongkok pada Januari–Juli 2025 tercatat mencapai US$6,23 miliar. Sebagian transaksi tersebut ditargetkan beralih ke skema LCT.
Selain Tiongkok, Indonesia juga sudah mengembangkan kerja sama LCT dengan Jepang, Malaysia, dan Thailand untuk memperkuat ekosistem keuangan kawasan.
BI menegaskan langkah ini sejalan dengan peta jalan digitalisasi sistem pembayaran nasional dan misi menjadikan Rupiah semakin berdaya saing di level global.
Ekonom mengingatkan pentingnya menjaga likuiditas Rupiah-Yuan dan memastikan keamanan siber, mengingat transaksi digital lintas negara rawan peretasan.
BI optimistis implementasi penuh QRIS lintas negara akan memperlancar perdagangan, membantu UMKM, dan menjadi salah satu strategi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Baca Juga
Komentar