Bekasi Tegaskan Komitmen Sekolah Ramah Anak, HAN 2025 Jadi Momentum Nyata Perlindungan Anak di Ruang Publik
Pena Insight
Bekasi, 27 Juli 2025 — Pemerintah Kota Bekasi kembali menunjukkan komitmen strategisnya dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, sehat, dan berpihak pada hak anak, melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 yang digelar sejak pagi hari di Plaza Patriot Candrabaga, Minggu (27/7). Dengan mengangkat tema “Sekolah Ramah Anak”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan penguatan ekosistem perlindungan dan tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Sejak pukul 06.00 pagi, anak anak di Kota Bekasi bersama keluarga memadati lokasi. Wali Kota Bekasi beserta wakil dan jajarannya hadir langsung untuk membuka acara, sekaligus menyapa anak-anak dengan semangat kebersamaan. Acara ini membuktikan bahwa kepemimpinan kota tidak abai terhadap kebutuhan emosional dan psikologis generasi penerus.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan HAN 2025 tampil lebih substansial dan terfokus pada intervensi langsung kepada anak-anak, dengan berbagai stand edukatif yang disediakan. Di antaranya, stand pemeriksaan kesehatan anak gratis, wahana bermain edukatif, panggung ekspresi anak, hingga simulasi flying fox dari mobil pemadam kebakaran, sebagai bagian dari edukasi mitigasi bencana yang menyenangkan.




Tema “Sekolah Ramah Anak” dinilai sangat kontekstual dengan kondisi sosial kekinian. Di tengah maraknya isu bullying, kekerasan emosional, dan tekanan akademik di lingkungan pendidikan, Pemerintah Kota Bekasi ingin menjadi role model kota yang memprioritaskan keamanan psikologis dan kesejahteraan siswa. Hal ini diwujudkan melalui program pelatihan guru ramah anak, konseling di sekolah, dan penguatan regulasi perlindungan anak.
Walikota Bekasi menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan hanya milik pemerintah, tetapi momentum kolektif seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjaga hak-hak dasar anak. Bekasi tidak ingin anak-anak hanya menjadi objek kegiatan, tetapi subjek utama pembangunan kota yang berdaya dan dihargai.
Lebih dari sekadar acara tahunan, HAN 2025 juga mencerminkan refleksi capaian kebijakan Kota Bekasi dalam mewujudkan prinsip pembangunan berbasis data dan hak anak. Termasuk di antaranya adalah hadirnya forum anak, ruang partisipatif kebijakan berbasis suara anak, serta integrasi perlindungan dalam sistem pendidikan berbasis digital.
Dengan sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat sipil, semangat “Sekolah Ramah Anak” diposisikan sebagai gerakan berkelanjutan yang terus diupayakan setiap hari. Bekasi bertekad menciptakan ruang belajar yang tidak hanya mendidik secara akademis, tapi juga menumbuhkan rasa aman, empati, dan keberanian berekspresi.
Hari Anak Nasional 2025 di Bekasi menjadi bukti nyata bahwa perlindungan anak harus hadir di ruang publik, bukan hanya dalam bentuk kebijakan. Dengan pendekatan yang inklusif dan partisipatif, Bekasi menjadi salah satu kota di Indonesia yang paling progresif dalam membumikan nilai hak anak ke dalam tindakan nyata.
Baca Juga
Komentar