Bekasi Punya Wajah Baru! Alun-Alun M. Hasibuan Disulap Jadi Spot Olahraga dan Rekreasi Warga
Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya menghadirkan ruang publik yang nyaman dan tertata bagi warganya. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah penataan ulang kawasan Alun-Alun M. Hasibuan, yang selama ini menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa area alun-alun kini tengah ditata ulang setelah sebelumnya dilakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang menempati area taman.
“Fungsinya kita kembalikan seperti semula, yakni taman kota untuk masyarakat. Tidak ada lagi pedagang yang menginap atau menempati area taman,” ujar Tri Adhianto.
Ia menambahkan, pemerintah tetap memperhatikan keberlangsungan para pedagang yang selama ini berjualan di sekitar alun-alun. “Para pedagang tetap kita fasilitasi karena sudah disiapkan tempat khusus agar mereka tetap bisa berjualan dengan tertib,” tambahnya.
Penataan kawasan ini, menurut Tri, merupakan bagian dari upaya menjadikan Alun-Alun M. Hasibuan sebagai ruang publik yang lebih nyaman, bersih, dan ramah bagi semua kalangan.
Nantinya, area tersebut akan dilengkapi dengan jalur joging (joging track), pedestrian yang luas, serta area hijau terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas keluarga.
“Joging sudah jadi budaya kekinian. Jadi, kita siapkan fasilitas yang nyaman dan aman agar warga bisa sehat sambil menikmati suasana kota,” kata Tri.
Selain menjadi pusat olahraga dan rekreasi, konsep baru Alun-Alun M. Hasibuan juga akan mempertahankan nilai sejarah Kota Bekasi. Salah satu ikon yang tetap dijaga adalah Monumen Perjuangan Rakyat Bekasi yang berdiri di tengah kawasan tersebut.
Monumen itu dikenal sebagai simbol perjuangan dan semangat warga Bekasi dalam mempertahankan kemerdekaan. Tri menegaskan, revitalisasi kawasan tidak akan menghilangkan nilai-nilai sejarah yang melekat di sana.
“Identitas kota tetap kita pertahankan. Penataan ini justru menambah nilai bagi monumen sebagai ruang edukasi sejarah bagi generasi muda,” jelasnya.
Pemerintah Kota Bekasi, lanjut Tri, menargetkan kawasan alun-alun yang telah ditata ulang dapat menjadi destinasi baru bagi warga untuk berolahraga, berekreasi, sekaligus bersantai bersama keluarga.
“Alun-alun akan jadi tempat yang menarik dan bisa menjadi spot favorit warga setiap akhir pekan,” ungkapnya.
Menurut pantauan di lapangan, pekerjaan penataan dan pembangunan kawasan Alun-Alun M. Hasibuan telah mulai dilakukan sejak awal Oktober. Beberapa area sudah mulai dirapikan, dan fasilitas dasar seperti jalur pedestrian tengah dalam proses pengerjaan.
Warga yang melintas di sekitar lokasi menyambut baik rencana tersebut. Mereka menilai, perubahan kawasan akan membuat suasana kota lebih hidup dan tertata.
“Kalau jadi bagus dan ada tempat joging, kami pasti senang. Sekarang ini Bekasi butuh lebih banyak ruang terbuka seperti itu,” ujar Rizky, salah satu warga Kelurahan Margahayu.
Pemerintah juga berkomitmen menjaga ketertiban kawasan pasca penataan. Dengan demikian, fungsi taman sebagai ruang publik bisa terus terpelihara dan dinikmati secara bersama.
Tri berharap, penataan alun-alun tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ruang terbuka hijau.
Dengan konsep baru yang memadukan unsur olahraga, rekreasi, dan edukasi sejarah, Alun-Alun M. Hasibuan diharapkan menjadi ikon baru kebanggaan warga Bekasi.
Kehadiran ruang publik yang tertata ini menandai komitmen Pemkot Bekasi dalam mewujudkan kota yang sehat, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kebahagiaan warganya.

Baca Juga
Komentar