Bekasi Jadi Titik Awal Revolusi Sepak Bola Usia Dini, Eko Patrio Luncurkan Program 1 Anak 1 Bola Bersama 40 SSB Kota Bekasi
Bekasi — Partai Amanat Nasional (PAN) resmi meluncurkan program nasional bertajuk “Satu Anak Satu Bola” melalui kegiatan Mapan FC yang digelar di Bekasi International Soccer Field (BISF), Minggu sore (25/01/2025). Kegiatan ini diikuti lebih dari 40 Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Bekasi, menghadirkan ratusan anak pesepakbola usia dini.
Sekretaris Jenderal PAN Eko Patrio, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah konkret PAN dalam mendukung pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia.

“Alhamdulillah hari ini keluarga besar PAN melaksanakan launching program Satu Anak Satu Bola. Kita mulai dari Bekasi, dan selanjutnya akan bergerak ke seluruh Indonesia melalui teman-teman fraksi PAN, karena kita memiliki 48 anggota dewan di berbagai daerah,” ujar Eko Patrio di sela kegiatan.
Dalam peluncuran perdana ini, PAN menyalurkan sekitar 400 bola kepada anak-anak peserta dari berbagai SSB. Menurut Eko, pemberian bola bukan sekadar simbolis, tetapi bertujuan menumbuhkan rasa cinta, kepemilikan, dan kedekatan anak-anak terhadap olahraga sepak bola.
“Kalau setiap anak punya bola sendiri, maka sentuhan terhadap bola akan lebih sering. Dari situlah kemampuan mereka berkembang. Sentuhan bola yang banyak akan melahirkan pemain yang lebih baik,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada teknik bermain, Eko menekankan bahwa pembinaan usia dini juga penting untuk membentuk karakter sportif, jujur, dan mampu bekerja sama dalam tim. Ia mencontohkan momen saat anak-anak diminta mengambil bola masing-masing.

“Tadi kita lihat sendiri, anak-anak mengambil satu bola saja. Kejujuran itu sudah mulai dibentuk sejak dini. Ini bukan hanya tentang olahraga, tapi tentang karakter,” katanya.
Program Nasional Berkelanjutan
Eko menegaskan bahwa program Satu Anak Satu Bola tidak berhenti di Bekasi. Ke depan, PAN akan membawa konsep serupa ke berbagai daerah melalui jaringan partai di 48 daerah pemilihan (dapil).
“Program ini berkelanjutan. Kita akan replikasi ke daerah-daerah lain. Nantinya lewat SSB-SSB lokal, akan ada kompetisi, pembinaan lanjutan, hingga kerja sama dengan PSSI untuk peningkatan kualitas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Eko juga menyampaikan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah tokoh sepak bola nasional, termasuk perwakilan dari PSSI. Selain itu, panitia turut menyiapkan tim pelatih dan tenaga kesehatan guna memastikan kegiatan berjalan aman dan profesional.
“Kita kerja tim. Ada pelatih, ada tim medis, semua disiapkan. Ke depan kita akan lakukan seleksi dan klasifikasi untuk mencari anak-anak berbakat agar bisa dibina lebih serius,” tambahnya.
Bekasi Dipilih sebagai Lokasi Perdana
Pemilihan Kota Bekasi sebagai lokasi launching pertama bukan tanpa alasan. Menurut Eko, perkembangan sepak bola usia dini di Bekasi dinilai cukup pesat, ditunjang banyaknya SSB aktif dan antusiasme masyarakat.
“Bekasi kita pilih karena sepak bolanya berkembang dengan baik. Selain itu panitia lokal juga sangat solid. Ke depan kegiatan serupa akan digelar di Jakarta, Padang, dan kota-kota lainnya,” tuturnya.
Kegiatan Mapan FC sendiri merupakan wadah silaturahmi dan pembinaan sepak bola yang digagas oleh PAN sebagai bentuk kontribusi sosial partai kepada generasi muda. Nama Mapan FC disebut berasal dari semangat PAN dalam membangun masa depan olahraga nasional.
“Kita ingin PAN menjadi bagian dari masa depan sepak bola Indonesia. Anak-anak ini butuh sentuhan bola sejak kecil. Kalau semua SSB menerapkan satu anak satu bola, kita punya harapan besar untuk masa depan sepak bola Indonesia,” kata Eko optimistis.
Disambut Antusias SSB Se-Kota Bekasi
Lebih dari 40 SSB yang hadir menyambut baik program tersebut. Anak-anak tampak antusias mengikuti sesi pembagian bola, latihan ringan, hingga permainan mini soccer. Para pelatih SSB menilai program ini sangat membantu terutama bagi sekolah-sekolah sepak bola yang masih terbatas fasilitasnya.
Para orang tua peserta juga mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberi motivasi tambahan bagi anak-anak untuk terus berlatih dan mencintai olahraga.
Harapan Kolaborasi Daerah
Di akhir kegiatan, Eko berharap ke depan akan terjalin kolaborasi dengan Askot/Asprov PSSI, asosiasi pelatih, hingga pemerintah daerah, agar pembinaan sepak bola usia dini bisa berjalan lebih sistematis.
“Kalau daerah-daerah kuat, sepak bola nasional juga akan kuat. Kita ingin program ini menjadi gerakan bersama, bukan hanya kegiatan seremonial,” pungkasnya.
Dengan dimulainya program Satu Anak Satu Bola dari Bekasi, PAN menandai langkah awal gerakan nasional untuk memperkuat fondasi sepak bola Indonesia dari level paling dasar: anak-anak.
Baca Juga
Komentar