Bekal dari Istri, Wali Kota Bekasi Makan Lesehan Bareng Siswa SMPN 3 dalam Program Makanan Bergizi Gratis
Pena Insight
Kota Bekasi, 23 Juli 2025 — Momen penuh kehangatan mewarnai kunjungan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat meninjau langsung pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 3 Kota Bekasi. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota tak hanya hadir sebagai pejabat, tetapi juga ikut serta duduk lesehan dan menyantap makan siang bersama para siswa—lengkap dengan bekal yang dibawanya dari rumah, kiriman khusus dari sang istri.
Kehadiran Tri Adhianto disambut antusias oleh para guru dan siswa. Suasana pun menjadi cair ketika Wali Kota membuka kotak makanannya dan menikmati sajian rumahan di tengah siswa-siswa yang menyambutnya dengan hangat. Aksi spontan itu memperlihatkan sisi humanis seorang pemimpin yang berbaur tanpa sekat bersama generasi muda.
“Saya ingin merasakan langsung suasana makan bersama anak-anak. Tapi hari ini istimewa, karena saya juga bawa bekal dari istri,” ujar Tri sambil tersenyum, menciptakan tawa hangat di tengah suasana sekolah yang biasanya formal.

Program Makanan Bergizi Gratis merupakan inisiatif Pemerintah Kota Bekasi yang bertujuan memberikan asupan nutrisi yang cukup kepada peserta didik, sekaligus mempererat hubungan emosional antara pemerintah, sekolah, dan siswa. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebatas agenda distribusi makanan, tetapi juga sebagai media edukasi dan komunikasi dua arah.
Tri Adhianto menegaskan bahwa kehadiran seorang kepala daerah dalam kegiatan seperti ini penting untuk menunjukkan komitmen dan kedekatan nyata dengan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah sebagai generasi penerus bangsa. “Program ini bukan hanya soal nutrisi, tapi juga membangun kebersamaan dan rasa peduli di lingkungan sekolah,” katanya.
Ia juga menitipkan pesan kepada siswa untuk disampaikan kepada orang tua mereka di rumah, agar pemenuhan gizi tidak hanya mengandalkan sekolah. “Di rumah juga harus tersedia makanan bergizi. Kita semua punya peran dalam tumbuh kembang anak-anak ini,” tambahnya.
Momentum ini menjadi contoh nyata dari pendekatan kepemimpinan yang inklusif dan partisipatif. Bukan hanya instruksi dari balik meja, tetapi melalui tindakan langsung yang menyentuh sisi kemanusiaan dan kedekatan emosional.
Pelaksanaan Program MBG di SMPN 3 Kota Bekasi sendiri berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Guru, tenaga kependidikan, dan siswa merasa lebih dihargai dan diperhatikan, tak hanya secara administratif, tetapi juga secara personal.
Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program ini, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak sekolah di wilayah lain. Dengan semangat gotong royong dan empati sosial, kebijakan ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang sehat, cerdas, dan penuh kepedulian.
Baca Juga
Komentar