Anggaran Pendidikan 2026 Rp 757,8 T, Sri Mulyani Fokuskan untuk Sekolah dan Kampus
Pena Insight
JAKARTA, 24 Agustus 2025 – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa mulai tahun 2026, pembiayaan sekolah kedinasan tidak lagi diambil dari anggaran pendidikan nasional.
Ia menyebut, alokasi 20% APBN 2026 untuk pendidikan yang mencapai Rp 757,8 triliun hanya akan digunakan untuk sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi.
“Anggaran pendidikan harus fokus pada layanan langsung ke masyarakat, terutama sekolah dan perguruan tinggi,” kata Sri Mulyani.
Anggaran pendidikan 2026 disalurkan untuk tiga klaster penerima manfaat, salah satunya kategori satuan pendidikan. Total alokasi untuk sekolah dan perguruan tinggi sebesar Rp 150,1 triliun.
:quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2025/08/15/20c9b3a92f1f0cab00369dca9309fa8d-Screenshot_2025_08_15_171927.png)
Rinciannya, antara lain:
-
Rp 64,3 triliun untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
-
Rp 5,1 triliun untuk Bantuan Operasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
-
Rp 9,4 triliun untuk bantuan operasional di 201 kampus.
Dengan kebijakan ini, sekolah kedinasan tidak lagi dibiayai dari porsi anggaran pendidikan, melainkan melalui skema anggaran kementerian terkait.
Baca Juga
Komentar