80% APBD Jabar untuk Infrastruktur, Dedi Mulyadi Fokus Keadilan
Pena Insight
BANDUNG 13 Agustus 2025 – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membeberkan arah penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat saat melantik pengurus baru Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Selasa (12/8/2025). Ia menegaskan, 80 persen APBD Jabar diarahkan untuk membangun infrastruktur dan meningkatkan layanan publik.
“Anggaran itu kami gunakan untuk membangun jalan di berbagai wilayah, membangun sekolah agar pendidikan gratis di mana-mana, dan memberikan layanan kesehatan gratis di sebelas rumah sakit yang bekerja sama dengan pemerintah,” kata Dedi.
Menurutnya, fokus belanja APBD harus berpihak pada rakyat. Ia mencontohkan, biaya operasi jantung yang bisa mencapai Rp1 miliar menjadi alasan mengapa pemerintah harus hadir meringankan beban warga.
“Saya tidak gunakan uang untuk jalan-jalan ke luar negeri atau hal yang tidak bermanfaat. Saya membelanjakan uang untuk keadilan, sesuai ajaran Rasulullah SAW,” tegasnya.
Dedi juga menyoroti praktik bantuan hibah yang menurutnya kerap disalahgunakan. “Kalau anggaran hibah, 70 persen sampai ke mafia hibah, 30 persen baru sampai ke penerima. Itu mencederai agama. Kalau hanya untuk kelompok politik pendukung saya, itu dosa,” ujarnya.
Ia menceritakan, sebelum dirinya menjabat, arah APBD Jabar tidak fokus pada kepentingan rakyat. “Dulu, anggaran lebih banyak dinikmati segelintir orang atas nama aplikasi atau teknologi informasi,” ungkapnya.
Dedi menambahkan, kekurangan sekolah dan ruang kelas menjadi masalah lama yang kini sedang diatasi. “Selama ini APBD Jabar nol untuk pembangunan sekolah. Jumlah penduduk besar tidak diimbangi fasilitas pendidikan memadai. Makanya saya buka ruang kelas sampai 50 kelas baru, jangan salahkan saya,” tutupnya.
Baca Juga
Komentar