Sekolah Rakyat Diresmikan Gus Imin di Bogor, Tahun Ajaran Baru Dimulai dengan Harapan Baru
Pena Insight
Bogor, 15 Juli 2025 — Pemerintah Resmi Luncurkan Sekolah Rakyat sebagai Upaya Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan Gratis Berbasis Asrama
Hari ini, Senin 14 Juli 2025, menandai dimulainya tahun ajaran baru 2025/2026 bagi seluruh jenjang pendidikan di Indonesia, mulai dari TK hingga SMA. Namun ada yang istimewa: bersamaan dengan itu, pemerintah resmi memulai operasional Sekolah Rakyat (SR)—sebuah program pendidikan gratis yang dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Peresmian Sekolah Rakyat pertama dilakukan oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Gus Imin) di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 yang berlokasi di Kabupaten Bogor. Dalam sambutannya, Gus Imin menekankan bahwa pendidikan adalah alat utama untuk membebaskan masyarakat dari belenggu kemiskinan struktural yang diwariskan lintas generasi.
Sekolah Rakyat dikelola langsung oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Model pendidikan yang digunakan adalah boarding school atau sekolah berasrama, di mana seluruh kebutuhan pendidikan—mulai dari buku pelajaran, makanan, hingga tempat tinggal—disediakan secara 100% gratis. Program ini mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA.
Sasaran utama program ini adalah anak-anak dari keluarga yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, yang selama ini menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses pendidikan berkualitas. Sekolah Rakyat hadir untuk menjamin pemerataan akses pendidikan, terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak mampu melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi.
Menurut data BPS tahun 2024, angka putus sekolah di kalangan anak usia sekolah dasar dan menengah masih tinggi di daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berharap angka ini dapat ditekan secara signifikan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Gus Imin dalam pernyataannya menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya program pendidikan, tetapi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat berbasis hak dasar warga negara. "Kami ingin mengembalikan fungsi negara untuk hadir di tengah rakyat kecil, memberi ruang bagi mereka untuk bermimpi dan meraih masa depan," ujarnya.
Sekolah Rakyat dirancang dengan kurikulum yang lebih kontekstual dengan kebutuhan lokal dan kehidupan nyata, termasuk pelatihan keterampilan dasar, pendidikan karakter, dan penguatan literasi digital. Hal ini bertujuan agar lulusan SR tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga siap menghadapi dunia kerja dan kehidupan mandiri.
Keberhasilan peluncuran di Bogor akan menjadi model uji coba nasional. Pemerintah berencana membuka 100 Sekolah Rakyat di 34 provinsi pada akhir tahun 2026. Jika berhasil, model ini akan direplikasi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif.
Kementerian Sosial juga mengajak partisipasi aktif masyarakat, tokoh agama, dan lembaga sosial dalam mendukung keberlanjutan Sekolah Rakyat. Pemerintah menyadari bahwa perubahan sistemik hanya dapat terjadi jika semua pihak terlibat secara kolaboratif dan berkesinambungan.
Sekolah Rakyat adalah langkah awal menuju perubahan nyata. Jika dikelola dengan konsisten dan transparan, program ini dapat menjadi terobosan besar dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan kemiskinan di Indonesia secara simultan. Tahun ajaran baru kali ini tidak hanya dimulai dengan pelajaran, tetapi juga dengan harapan baru bagi ribuan anak dari keluarga kurang mampu.
Baca Juga
Komentar