Polsek Pondok Gede Lakukan Monitoring, 659 Warga Jatiwarna Terima Bantuan Pangan
Pena Insight
KOTA BEKASI, 2 Agustus 2025 — Pemerintah melalui program bantuan pangan nasional kembali menyalurkan bantuan berupa beras kepada masyarakat. Kali ini, sebanyak 659 warga Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, tercatat sebagai penerima bantuan dalam kegiatan yang berlangsung di Jalan Pasar Kecapi, RT 005/RW 001. Lokasi tersebut digunakan sebagai titik distribusi sementara karena kantor kelurahan sedang dalam proses renovasi.
Penyaluran bantuan yang dilakukan pada Jumat siang itu mendapat pengawalan langsung dari jajaran Polsek Pondok Gede melalui Unit Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatiwarna, Bripka Deddy Lesmana Situmorang. Kehadiran Polri dalam kegiatan ini bertujuan untuk memastikan distribusi berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran.

“Bantuan ini merupakan wujud kehadiran negara dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan bahwa prosesnya berjalan lancar dan tidak menimbulkan kendala,” ujar Bripka Deddy di sela-sela kegiatan.
Masing-masing warga yang telah terdata menerima dua karung beras, masing-masing seberat 10 kilogram, sebagai alokasi untuk bulan Juni dan Juli. Total bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari 13 ton beras.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat kelurahan dan tokoh masyarakat, antara lain Abdul Ghoni selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Jatiwarna, Ibu Theresia selaku Ketua Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tim P3K Kelurahan Jatiwarna, serta unsur Linmas. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan.
Sementara itu, Kapolsek Pondok Gede Kompol Bambang Sugiharto, SH., MH., menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat. Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap program pemerintah agar benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan penyimpangan.
“Kegiatan seperti ini perlu dikawal agar tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga, memperkuat gotong royong, dan meningkatkan kepedulian sosial,” tegas Kompol Bambang.
Menariknya, distribusi dilakukan secara bergilir berdasarkan nomor kepala keluarga (KK) agar tidak terjadi tumpang tindih penerima. Bagi warga yang belum terdata karena kendala administratif seperti perubahan alamat atau belum melakukan pembaruan data, akan diikutsertakan dalam tahap penyaluran berikutnya.
Kegiatan sempat dihentikan sementara untuk memberi waktu istirahat dan pelaksanaan Salat Jumat, sebelum dilanjutkan kembali dengan tetap menjaga ketertiban dan efisiensi proses distribusi.
Program bantuan ini merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional di bidang ketahanan pangan. Dengan adanya keterlibatan aktif unsur keamanan dan pemerintah lokal, harapannya bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di lapisan bawah.
Baca Juga
Komentar