JPO Baru di Jalan Juanda Ditarget Rampung 3 Bulan, Akses Langsung ke Stasiun Bekasi Jadi Kunci Urai Macet
Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi kembali menegaskan komitmennya dalam membenahi kawasan Stasiun Bekasi yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan terpadat di wilayah tersebut. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dikebut adalah pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Ir. H. Juanda, yang ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan ke depan.
Pembangunan JPO ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Lebih dari itu, kehadirannya diproyeksikan menjadi solusi konkret untuk mengurai kemacetan kronis yang kerap terjadi akibat tingginya aktivitas penyeberangan pejalan kaki langsung di badan jalan, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa JPO Jalan Juanda dirancang dengan konsep modern dan inklusif. Fasilitas yang disiapkan tidak hanya berupa tangga, tetapi juga lift, sehingga dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, lansia, hingga penumpang dengan barang bawaan.
“Dengan adanya JPO ini, masyarakat dapat menyeberang dengan lebih aman dan tertib. Tidak ada lagi aktivitas menyeberang langsung di jalan yang selama ini kerap mengganggu arus lalu lintas di Jalan Juanda. Pembangunannya kami targetkan selesai dalam waktu tiga bulan, dan aksesnya bisa langsung masuk ke area Stasiun Bekasi,” ujar Tri Adhianto, Rabu (4/2/2026).
Menurut Tri, integrasi langsung JPO dengan area stasiun menjadi poin penting dalam desain pembangunan. Hal ini dilakukan agar pergerakan penumpang KRL dan pengguna jalan dapat lebih teratur, sekaligus meminimalisasi konflik antara kendaraan dan pejalan kaki di kawasan tersebut.
Selama ini, Jalan Juanda dikenal sebagai salah satu ruas vital di Kota Bekasi. Selain menjadi akses utama menuju Stasiun Bekasi, kawasan ini juga dikelilingi oleh pusat aktivitas ekonomi, perkantoran, dan permukiman padat. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas nyaris tak pernah lengang, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Tri Adhianto menambahkan, pembangunan JPO merupakan bagian dari penataan kawasan Stasiun Bekasi secara menyeluruh. Fokus utama Pemkot Bekasi saat ini adalah pembenahan infrastruktur agar kawasan tersebut menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
“Saat ini kami konsentrasi pada penataan kawasan. Aktivitas pedagang kaki lima sudah tidak lagi beraktivitas di area tersebut. Sementara pelaku usaha yang memiliki tempat resmi tetap dapat beroperasi, tentu dengan pengaturan yang lebih rapi dan teratur,” jelasnya.

Penertiban pedagang kaki lima di sekitar stasiun, lanjut Tri, dilakukan secara humanis dan terukur. Pemerintah tidak menutup mata terhadap aspek ekonomi masyarakat, namun menekankan pentingnya ketertiban ruang publik demi kepentingan bersama.
Selain persoalan penataan kawasan, Wali Kota Bekasi juga menyoroti soal kewenangan pengelolaan jalan yang kerap menjadi perhatian masyarakat. Ia menjelaskan bahwa tidak semua ruas jalan berada di bawah kewenangan pemerintah kota. Sebagian merupakan tanggung jawab pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Untuk jalan nasional dan provinsi yang mengalami kerusakan, kami terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Barat. Sinergi ini penting agar perbaikan bisa segera dilakukan dan tidak saling tumpang tindih kewenangan,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bekasi, sejumlah langkah konkret telah disiapkan. Salah satunya adalah Jalan Cipendawa, yang akan mendapatkan pekerjaan overlay lanjutan guna meningkatkan kualitas dan kenyamanan pengguna jalan.
Tri menyebutkan, anggaran sekitar Rp2 hingga Rp3 miliar telah dialokasikan untuk proyek tersebut. Pekerjaan ini diharapkan dapat menjawab keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak dan berdampak pada kelancaran lalu lintas.
“Kami terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas pemerintahan agar setiap kewenangan dapat berjalan optimal. Target kami jelas, masyarakat bisa segera merasakan hasil pembangunan yang dilakukan. Dalam tiga bulan ke depan, sejumlah pekerjaan ini akan rampung,” pungkas Tri Adhianto.
Pembangunan JPO Jalan Juanda pun mendapat perhatian luas dari masyarakat, khususnya para pengguna transportasi publik. Banyak pihak berharap kehadiran JPO ini benar-benar mampu menjadi solusi jangka panjang, bukan hanya mempercantik kawasan, tetapi juga mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi persoalan klasik di sekitar Stasiun Bekasi.
Dengan penataan yang terencana, dukungan anggaran, serta koordinasi lintas pemerintahan, Pemkot Bekasi optimistis wajah kawasan Stasiun Bekasi akan berubah signifikan. Tidak hanya lebih tertib dan aman, tetapi juga menjadi simpul transportasi perkotaan yang nyaman dan ramah bagi semua pengguna jalan.
Baca Juga
Komentar