IHSG Melonjak 1,5% ke 8.396! Tembus 8.170 Jadi Kunci, Ini 4 Saham Rekomendasi Analis Hari Ini
Jakarta - Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan taringnya. Pada perdagangan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,5 persen ke level 8.396. Penguatan ini bukan sekadar teknikal biasa. Lonjakan volume pembelian yang muncul di sejumlah sektor memberi sinyal bahwa pelaku pasar mulai kembali agresif mengoleksi saham-saham unggulan.
Namun, seperti biasa, euforia di pasar modal tak pernah berdiri sendiri. Di balik kenaikan yang solid, analis mengingatkan potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka. Level 8.170 menjadi titik krusial yang harus dijaga. Jika IHSG mampu bertahan di atas area tersebut, peluang melanjutkan tren naik masih sangat besar.
Hari ini, Selasa 24 Februari 2026, indeks diperkirakan bergerak dalam rentang support 8.170–8.025 dan resistance 8.408–8.596. Artinya, ruang kenaikan masih tersedia, tetapi disiplin menjadi kunci.
Volume Menguat, Sinyal Akumulasi?
Kenaikan IHSG kali ini didorong oleh munculnya volume pembelian yang relatif dominan dibanding tekanan jual. Dalam teori teknikal, kondisi ini sering disebut sebagai fase akumulasi. Investor institusi biasanya masuk secara bertahap ketika melihat potensi penguatan lanjutan.
Meski demikian, pasar global tetap menjadi faktor eksternal yang perlu diperhatikan. Pergerakan bursa Asia dan Amerika Serikat, nilai tukar rupiah, serta sentimen komoditas masih berpotensi memengaruhi arah indeks domestik.
Jika IHSG mampu menembus resistance 8.408 dan bergerak stabil, peluang menuju 8.596 semakin terbuka. Namun apabila tekanan jual muncul dan indeks turun di bawah 8.170, maka area 8.025 menjadi benteng berikutnya.
Strategi Analis: Selektif dan Disiplin
Menghadapi kondisi ini, analis dari MNC Sekuritas merekomendasikan strategi selektif. Bukan sekadar ikut arus, melainkan masuk pada saham dengan level teknikal yang terukur serta risiko terkendali.
Berikut empat saham yang direkomendasikan:
1. Alamtri Resources (ADRO) – Speculative Buy
Saham ADRO direkomendasikan speculative buy di rentang Rp2.250–Rp2.300 per saham. Target harga berada di kisaran Rp2.440–Rp2.540 dengan batas stop loss di Rp2.220.
ADRO yang bergerak di sektor energi dan sumber daya masih memiliki daya tarik di tengah fluktuasi harga komoditas. Secara teknikal, saham ini menunjukkan potensi rebound setelah mengalami konsolidasi. Namun karena sifatnya speculative buy, investor disarankan tetap disiplin pada batas kerugian.
2. Astra International (ASII) – Buy on Weakness
ASII direkomendasikan buy on weakness pada kisaran Rp6.375–Rp6.525 per saham. Target harga diproyeksikan Rp6.850–Rp7.150 dengan stop loss Rp6.175.
Sebagai emiten blue chip dari grup Astra, ASII dikenal memiliki fundamental kuat dan diversifikasi bisnis luas. Ketika pasar bergerak fluktuatif, saham berfundamental solid seperti ASII sering menjadi pilihan investor jangka menengah.
3. XLSmart Telecom (EXCL) – Buy on Weakness
EXCL direkomendasikan buy on weakness di rentang Rp3.090–Rp3.230 per saham. Target harga Rp3.460–Rp3.670 dengan stop loss Rp2.970.
Sektor telekomunikasi masih menjadi penopang pertumbuhan digital di Indonesia. Permintaan data yang terus meningkat memberikan prospek jangka panjang yang menarik. Secara teknikal, EXCL menunjukkan pola konsolidasi sehat sebelum potensi kenaikan lanjutan.
4. GOTO Gojek Tokopedia (GOTO) – Buy on Weakness
GOTO direkomendasikan buy on weakness di Rp60–62 per saham dengan target Rp67–71 dan stop loss Rp58.
Saham teknologi ini kerap menjadi perhatian trader karena volatilitasnya yang tinggi. Pergerakan jangka pendeknya cukup agresif, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat hingga agresif.
Waspada Koreksi, Tapi Jangan Panik
Kenaikan IHSG memang menggembirakan, tetapi investor tidak boleh lengah. Dalam kondisi pasar seperti sekarang, koreksi sehat justru sering menjadi peluang masuk yang lebih baik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-
Jangan membeli saham hanya karena ikut-ikutan.
-
Tentukan target keuntungan dan batas kerugian sejak awal.
-
Perhatikan volume transaksi sebagai indikator kekuatan tren.
-
Diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko.
Investor yang disiplin biasanya lebih bertahan dalam jangka panjang dibanding mereka yang hanya mengejar momentum tanpa perhitungan.
Sentimen Domestik Masih Positif
Secara domestik, stabilitas ekonomi Indonesia masih menjadi katalis positif. Konsumsi rumah tangga, investasi, serta pertumbuhan sektor digital memberikan fondasi yang cukup kuat bagi pasar modal.
Jika tidak ada tekanan besar dari eksternal, IHSG berpeluang mempertahankan tren penguatan menuju level resistance berikutnya. Namun volatilitas tetap harus diantisipasi.
Momentum atau Konsolidasi?
Pertanyaan yang sering muncul di kalangan investor adalah: apakah ini awal reli lanjutan atau sekadar technical rebound?
Jawabannya bergantung pada kemampuan IHSG bertahan di atas 8.170. Level ini menjadi indikator psikologis dan teknikal. Jika bertahan, momentum bullish dapat berlanjut. Jika gagal, konsolidasi lanjutan kemungkinan terjadi sebelum kembali naik.
Bagi trader harian, rentang support dan resistance hari ini menjadi panduan utama. Sementara bagi investor jangka menengah, fokus tetap pada fundamental emiten dan manajemen risiko.
Disiplin Jadi Kunci
IHSG yang menguat 1,5 persen ke 8.396 membuka peluang menarik, tetapi tetap dibayangi potensi koreksi jangka pendek. Support 8.170 menjadi level krusial yang harus dijaga.
Rekomendasi saham seperti ADRO, ASII, EXCL, dan GOTO dapat menjadi opsi menarik selama mengikuti strategi entry, target, dan stop loss yang telah ditentukan.
Di pasar modal, bukan soal seberapa sering Anda benar, tetapi seberapa disiplin Anda mengelola risiko ketika salah. Momentum ada, peluang terbuka, tetapi kendali tetap di tangan investor.
Baca Juga
Komentar