Harga Cabai Pasar Baru Kota Bekasi Tembus Rp150 Ribu di Pekan Pertama Puasa
Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pangan pokok semakin terasa memasuki bulan suci Ramadan 2026. Di berbagai pasar tradisional, termasuk Pasar Baru Kota Bekasi, harga komoditas utama seperti cabai, bawang merah, hingga daging sapi mengalami lonjakan signifikan yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
Jika sebelumnya harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp100.000 per kilogram menjelang Ramadan, pada minggu pertama bulan puasa harga komoditas tersebut melonjak drastis hingga mencapai Rp150.000 per kilogram. Lonjakan ini menjadi salah satu kenaikan harga paling tinggi dibanding bahan pangan lainnya.
Pantauan di Pasar Baru Kota Bekasi menunjukkan kenaikan terjadi secara bertahap sejak akhir Februari 2026 dan memuncak pada awal Ramadan seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi rumah tangga.
Selain cabai rawit merah, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan menjadi Rp70.000 per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp40.000–Rp45.000. Sementara daun bawang ikut naik hingga Rp40.000 per kilogram dari harga normal Rp12.000 per kilonya.
Seorang pedagang sayur yang telah berjualan lebih dari 30 tahun di Pasar Baru Kota Bekasi mengatakan kenaikan harga kali ini dipengaruhi musim hujan yang berdampak pada produksi petani.
“Yang naik sekarang bawang sama cabai. Cabai rawit sebelumnya Rp60 ribu, sempat Rp100 ribu, sekarang minggu pertama puasa sudah Rp150 ribu per kilo,” ujar rahmat salah satu penjual di pasar baru.
Menurutnya, curah hujan tinggi membuat petani menunda panen karena risiko kerusakan tanaman meningkat. Akibatnya, pasokan ke pasar berkurang sementara permintaan masyarakat justru melonjak selama Ramadan.
Distribusi dari daerah pemasok juga disebut mengalami keterlambatan, sehingga stok di tingkat pedagang menjadi terbatas.
Lonjakan harga membuat pedagang berada pada posisi sulit. Meski harga beli meningkat, mereka tidak bisa sepenuhnya menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pelanggan.
“Saya juga belanja naik, tapi jualnya enggak bisa ikut naik banyak. Pembeli jadi berkurang,” kata seorang pedagang.
Di sisi lain, pembeli mulai mengurangi jumlah belanja harian. Beberapa warga mengaku harus menyesuaikan pengeluaran agar kebutuhan tetap terpenuhi selama Ramadan.
“Sekarang mahal tapi tetap harus beli. Jadi dikurangi jumlahnya saja,” ujar seorang pembeli.
Pelaku pasar memperkirakan harga bahan pokok masih berpotensi mengalami fluktuasi hingga mendekati Idul Fitri 2026. Ramadan merupakan periode konsumsi tinggi yang hampir setiap tahun memicu tekanan harga pangan.
Kombinasi faktor cuaca ekstrem, distribusi yang belum stabil, serta lonjakan permintaan menjadi penyebab utama kenaikan harga tahun ini.
Jika kondisi panen kembali normal dalam beberapa pekan ke depan, harga diperkirakan perlahan turun. Namun apabila curah hujan tinggi masih berlanjut, harga cabai berpotensi tetap tinggi hingga menjelang Lebaran.
Bulog menilai stabilisasi harga sangat bergantung pada kelancaran distribusi dan tambahan pasokan dari sentra produksi nasional. Intervensi pasar dan pengawasan distribusi dinilai penting untuk menjaga harga tetap dalam batas wajar.
Kenaikan harga pangan di Pasar Baru Kota Bekasi menjadi gambaran kondisi yang juga terjadi di sejumlah daerah lain, di mana faktor alam dan momentum Ramadan menjadi penentu utama dinamika harga kebutuhan pokok.
Bagi masyarakat, situasi ini menjadi tantangan tersendiri dalam mengatur pengeluaran rumah tangga selama bulan suci, sementara stabilitas harga tetap menjadi harapan utama agar daya beli tidak semakin tertekan.
Baca Juga
Komentar