Wali Kota Bekasi Resmikan Taman Bhineka, Ajak Warga Kompak Rawat Fasilitas Publik
BEKASI — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meresmikan Taman Bhineka di Perumahan Mandosi Permai, RW 07, Kelurahan Jatiluhur, Kota Bekasi, Sabtu (24/10/2026). Kehadiran taman tersebut diharapkan menjadi ruang publik yang bermanfaat sekaligus memperkuat kepedulian warga terhadap lingkungan.
Peresmian Taman Bhineka menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Taman tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan bersama.
Dalam sambutannya, Tri Adhianto menegaskan bahwa pembangunan fasilitas publik harus diikuti dengan komitmen untuk merawatnya secara berkelanjutan.
“Jangan hanya pintar membangun, tetapi juga harus pintar merawatnya,” tegas Tri Adhianto.
Menurut Tri, Taman Bhineka bukan sekadar penataan lahan yang sebelumnya kurang terurus. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang bersama yang dapat digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas.
Taman itu juga dapat menjadi tempat warga bermusyawarah, ruang bermain bagi anak-anak, sekaligus ruang terbuka hijau yang mendukung kualitas lingkungan permukiman.
Tri menyampaikan, pemerintah juga akan menambahkan lampu penerangan di area taman. Penerangan tersebut diharapkan membuat warga lebih nyaman menggunakan fasilitas itu pada malam hari, termasuk untuk kegiatan pertemuan pengurus RT dan RW.
“Akan ditambahkan lampu penerangan pada malam hari untuk warga yang ingin berinteraksi atau adakan rapat pengurus RW RT bisa lebih nyaman,” kata Tri.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga fasilitas umum yang telah dibangun. Menurutnya, keberadaan taman tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diikuti kepedulian warga dalam menjaga kebersihan dan ketertiban.
“Perlu kepedulian kita bersama. Jangan sampai setelah dibangun, fasilitas ini justru tidak terawat. Taman ini harus dijaga bersama agar tetap bersih, rapi, dan tertata,” ujarnya.
Tri menilai Taman Bhineka juga dapat menjadi ruang demokratis bagi masyarakat. Warga dapat berkumpul, bertukar gagasan, saling memberikan inspirasi, hingga berbagi pengalaman di ruang publik tersebut.
Keberadaan ruang bersama dinilai penting untuk memperkuat hubungan sosial dan membangun komunikasi yang baik antarwarga di lingkungan permukiman.
Dalam kesempatan tersebut, Tri turut menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan lingkungan melalui rembuk warga. Pengurus RT dan RW diharapkan aktif menyampaikan berbagai kebutuhan masyarakat melalui mekanisme tersebut.
Berbagai kebutuhan lingkungan, mulai dari penataan kawasan, keamanan, hingga kebersihan, perlu dibahas bersama agar program pembangunan benar-benar sesuai dengan aspirasi masyarakat.
Tri berharap program pembangunan di tingkat lingkungan dapat berjalan selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Bekasi. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Terkait dukungan anggaran pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, terdapat rencana anggaran BKM dan LPM sebesar Rp650 juta pada tahun mendatang. Anggaran tersebut berpeluang meningkat menjadi Rp800 juta pada 2028, sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, terdapat harapan dukungan anggaran untuk program Lingkar Keren dapat ditingkatkan menjadi Rp150 juta pada 2028. Program tersebut diharapkan turut mendorong terciptanya lingkungan yang semakin bersih, rapi, dan tertata.
Peresmian Taman Bhineka di Perumahan Mandosi Permai menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan permukiman yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan.
Bagi Tri, pembangunan fasilitas publik tidak berhenti ketika proses pembangunan selesai. Keberhasilan pembangunan juga ditentukan oleh kesadaran masyarakat untuk merawat, menjaga, dan memanfaatkan fasilitas tersebut bagi kepentingan bersama.
Baca Juga
Komentar