Update Laba Ancol (PJAA) Anjlok 56,75% Jadi Rp25,35 Miliar hingga Kuartal III-2026
JAKARTA – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (IDX: PJAA) membukukan laba bersih Rp25,35 miliar hingga 30 September 2026. Angka ini merosot 56,75% dibanding periode yang sama tahun lalu, yang mencapai Rp58,62 miliar. Akibatnya, laba per saham dasar turun dari Rp37 menjadi Rp16.
Tekanan datang dari dua sisi. Pendapatan usaha turun 2,09% menjadi Rp781,77 miliar dari Rp798,52 miliar. Pada saat yang sama, beban pokok pendapatan dan beban langsung naik menjadi Rp463,07 miliar dari Rp440,03 miliar. Kombinasi ini membuat laba kotor tergerus menjadi Rp318,7 miliar dari sebelumnya Rp358,49 miliar.
Di tingkat operasional, laba usaha PJAA turun sekitar 28,9% menjadi Rp116,8 miliar dari Rp164,28 miliar. Penurunan beban keuangan menjadi Rp49,28 miliar dari Rp56,47 miliar belum cukup untuk menahan kemerosotan laba bersih.
Dari sisi neraca, total aset perseroan per akhir September 2026 tercatat Rp3,48 triliun, turun dari Rp3,63 triliun pada akhir 2025. Liabilitas berkurang menjadi Rp1,64 triliun dari Rp1,77 triliun, sedangkan ekuitas sedikit turun menjadi Rp1,84 triliun dari Rp1,86 triliun.
Kinerja ini melanjutkan tren pelemahan PJAA. Pada kuartal III-2025, laba bersih pengelola kawasan rekreasi Ancol ini juga sudah turun 41,72% secara tahunan, dari Rp100,59 miliar menjadi Rp58,62 miliar.
Baca Juga
Komentar