Tri Adhianto Dorong Manajemen Talenta ASN Kota Bekasi, Pastikan Orang Tepat di Posisi Tepat
BEKASI — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memaparkan kesiapan pembangunan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi dalam kegiatan Ekspos Manajemen Talenta bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN), Rabu (21/10/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BKN RI dan menjadi bagian dari langkah Pemkot Bekasi memperkuat pengelolaan ASN agar semakin profesional, kompeten, berintegritas, serta mampu menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat.
Tri Adhianto mengatakan, manajemen talenta merupakan salah satu instrumen penting dalam memastikan pengelolaan aparatur dilakukan berdasarkan kompetensi, potensi, kinerja, dan kebutuhan organisasi.
Menurutnya, penempatan ASN tidak semestinya hanya berorientasi pada pemenuhan jabatan, tetapi harus diarahkan untuk meningkatkan kinerja aparatur sekaligus kualitas pelayanan publik.
“Manajemen talenta harus mampu menjawab kebutuhan organisasi dan masyarakat. Kita ingin menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat, sehingga setiap aparatur bisa memberikan kontribusi terbaik dan program pembangunan Kota Bekasi dapat berjalan lebih efektif,” ujar Tri.
Ia menambahkan, Pemkot Bekasi terus mendorong peningkatan kompetensi ASN melalui berbagai proses pembelajaran, evaluasi kinerja, serta pengembangan inovasi di lingkungan pemerintahan.
Upaya tersebut diperlukan agar aparatur tidak hanya mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan masyarakat.
Tri menilai pengelolaan ASN harus dilakukan secara objektif, transparan, dan konsisten. Prinsip tersebut penting untuk membangun birokrasi yang semakin adaptif dan berorientasi pada hasil.
“Kita ingin membangun aparatur yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu mencari solusi dan bergerak cepat menghadapi kebutuhan masyarakat. Karena itu, kompetensi, kinerja, dan integritas harus menjadi bagian penting dalam pengembangan karier ASN,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Kepala BKN Supranawa Yusuf mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Bekasi yang hadir secara langsung untuk mengikuti ekspos pembangunan manajemen talenta.

Menurut Supranawa, keterlibatan dan dukungan pimpinan daerah menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan penerapan manajemen talenta dapat berjalan secara optimal.
“Keberhasilan manajemen talenta membutuhkan komitmen pimpinan serta tata kelola yang jelas. Data dan informasi yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan agar keputusan terkait pengelolaan ASN benar-benar objektif,” ungkap Supranawa.
Ia menjelaskan, pembangunan manajemen talenta ditopang oleh tiga pilar utama, yakni kelembagaan, sistem informasi, dan desain talenta.
Ketiga pilar tersebut diperlukan untuk memastikan proses pemetaan ASN, pengembangan kompetensi, hingga penempatan pegawai dapat dilakukan secara terarah dan berbasis data.
Supranawa menegaskan, manajemen talenta tidak hanya ditujukan untuk mengisi jabatan yang kosong. Sistem tersebut juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki setiap ASN.
“Manajemen talenta tidak hanya digunakan untuk mengisi jabatan yang kosong, tetapi juga untuk mengembangkan potensi setiap ASN. Dengan pemetaan yang tepat, pengembangan kompetensi dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan kemampuan masing-masing pegawai,” jelasnya.
Pemkot Bekasi kini terus mematangkan kesiapan penerapan manajemen talenta melalui koordinasi dan pendampingan bersama BKN.
Penerapan sistem tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem merit dalam pengelolaan ASN sekaligus memastikan pengembangan karier aparatur dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan potensi.
Dengan pengelolaan talenta yang lebih terarah, Pemkot Bekasi optimistis kualitas birokrasi dapat terus ditingkatkan sehingga aparatur mampu bekerja secara tepat, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Langkah tersebut pada akhirnya diharapkan dapat mendukung terwujudnya pelayanan publik Kota Bekasi yang semakin cepat, tepat, profesional, serta selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Baca Juga
Komentar