SPPK Angkatan ke-4 Bahas Peran Polri Jaga Ketahanan Pangan dan Ekonomi, Rano Karno Sambut Langsung
JAKARTA — Peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian (SPPK) Angkatan ke-4 Tahun Anggaran 2026 Sespim Lemdiklat Polri mendalami peran kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan, energi, dan ekonomi produktif melalui Focus Group Discussion (FGD) Eksternal di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Kedatangan rombongan peserta didik tersebut disambut Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian akademik Management Training Course (MC) Level III yang diikuti peserta didik SPPK Angkatan ke-4.
FGD mengangkat tema “Tugas Pokok Polri dalam Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif”. Tema tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi peserta didik untuk memahami keterkaitan tugas kepolisian dengan program pembangunan pemerintah.
Kegiatan dibuka Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta, Dr. drh. Hasudungan A. Sidabalok. Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan peserta didik SPPK sekaligus menyatakan kesiapan Pemprov DKI Jakarta berbagi informasi dan pengalaman.
Menurut Hasudungan, pengalaman pemerintah daerah dalam mengelola ketahanan pangan, energi, dan perekonomian dapat menjadi bahan pembelajaran bagi peserta didik. Hal tersebut terutama berkaitan dengan tantangan pembangunan di wilayah perkotaan yang memiliki karakteristik berbeda.
“Melalui forum diskusi ini, peserta didik diharapkan dapat memperoleh gambaran secara langsung mengenai kebijakan, tantangan, dan langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah perkotaan, memastikan keberlanjutan sektor energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang produktif dan inklusif,” ujar Hasudungan.
Dalam forum tersebut, peserta didik membahas hubungan antara pelaksanaan tugas pokok Polri dengan upaya pemerintah daerah menjaga ketahanan pangan. Diskusi juga mencakup dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat agar dapat berlangsung secara aman dan kondusif.
Peran Polri dalam mendukung agenda tersebut antara lain dilakukan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Situasi kamtibmas yang kondusif dinilai penting agar berbagai program pembangunan dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.
Peserta didik juga mendalami aspek pencegahan tindak pidana yang berpotensi mengganggu distribusi kebutuhan pokok. Gangguan terhadap distribusi pangan dapat berdampak pada stabilitas masyarakat sehingga membutuhkan koordinasi lintas sektor sesuai kewenangan masing-masing.
Selain ketahanan pangan, diskusi membahas keberlanjutan sektor energi sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan. Ketersediaan dan kelancaran distribusi energi menjadi faktor pendukung bagi aktivitas masyarakat maupun kegiatan perekonomian.
Tantangan pembangunan di wilayah perkotaan turut menjadi perhatian dalam FGD tersebut. Peserta didik diajak memahami persoalan yang berkaitan dengan kepadatan penduduk, kebutuhan pangan, distribusi barang, energi, serta dinamika aktivitas ekonomi masyarakat.
Forum diskusi juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melihat secara langsung perspektif pemerintah daerah dalam merancang dan menjalankan kebijakan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan peserta didik dalam melihat persoalan secara lintas sektor.
Kolaborasi antara Polri dan pemerintah daerah menjadi salah satu poin penting yang dibahas dalam kegiatan tersebut. Sinergi antarlembaga diperlukan agar pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan sekaligus tetap memperhatikan aspek keamanan dan kepentingan masyarakat.
Melalui FGD eksternal ini, peserta didik SPPK Angkatan ke-4 tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai kebijakan pemerintah daerah, tetapi juga mengembangkan kemampuan analisis terhadap berbagai persoalan strategis. Pembelajaran lapangan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kepemimpinan di lingkungan kepolisian.
Kegiatan tersebut juga diharapkan memperluas wawasan peserta didik mengenai pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam menangani persoalan yang berkaitan dengan kepentingan publik. Kemampuan membangun kolaborasi menjadi salah satu bekal penting bagi calon pemimpin Polri.
Pemahaman terhadap ketahanan pangan, energi, dan ekonomi produktif diharapkan dapat membantu peserta didik dalam melihat hubungan antara keamanan dengan pembangunan. Kondisi keamanan yang terjaga menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya iklim yang kondusif bagi kegiatan masyarakat dan perekonomian.
Hasil pembelajaran dari FGD tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik SPPK Angkatan ke-4 dalam menjalankan tugas kepemimpinan di masa mendatang. Mereka diharapkan mampu merumuskan kebijakan dan mengambil keputusan secara tepat dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi serta kepentingan masyarakat.
Melalui rangkaian Management Training Course (MC) Level III, SPPK Angkatan ke-4 terus memperkuat kapasitas peserta didik dalam menghadapi persoalan strategis. Kegiatan akademik seperti FGD eksternal menjadi sarana untuk mempertemukan perspektif kepolisian dengan pengalaman pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang produktif dan inklusif.
Baca Juga
Komentar