Prabowo Panggil Bos OJK hingga Danantara ke Istana, IHSG Anjlok 3,64% ke Level 4.996
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat ekonomi ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026). Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jajaran Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, hingga Danantara, di tengah tekanan yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari tiba di Istana pada pukul 15.56 WIB. CEO Danantara Rosan Roeslani juga terlihat hadir dalam pertemuan tersebut.
Sejumlah pejabat kabinet turut mendatangi Istana, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto juga terlihat hadir sekitar pukul 16.09 WIB.
Selain itu, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti turut hadir bersama sejumlah pejabat lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan dari sektor keuangan, fiskal, dan hilirisasi tersebut menambah perhatian terhadap agenda pertemuan yang dipimpin Presiden Prabowo.
Bahlil Sebut Rapat Bahas Ekonomi dan Hilirisasi
Saat ditanya wartawan mengenai agenda pertemuan, Bahlil Lahadalia mengatakan rapat tersebut berkaitan dengan persoalan ekonomi dan hilirisasi.
“Kelihatannya rapat tentang ekonomi, di dalamnya ada hilirisasi,” kata Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan.
Meski demikian, Bahlil belum menjelaskan secara terperinci persoalan ekonomi maupun program hilirisasi yang menjadi fokus pembahasan. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai agenda lengkap rapat maupun keputusan yang dihasilkan.
Kehadiran pejabat dari berbagai sektor menunjukkan pertemuan tersebut melibatkan sejumlah unsur penting dalam pengelolaan ekonomi nasional. Namun, belum dapat dipastikan apakah pembahasan secara khusus berkaitan dengan kondisi pasar saham, kebijakan fiskal, stabilitas sektor keuangan, atau program hilirisasi tertentu.
IHSG Anjlok 3,64 Persen ke Level 4.996
Pertemuan di Istana berlangsung pada hari ketika pasar saham Indonesia ditutup melemah tajam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (19/10/2026) di level 4.996, turun 188,49 poin atau 3,64 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Berdasarkan data RTI Infokom yang dikutip dalam laporan tersebut, nilai transaksi saham mencapai Rp25,06 triliun. Volume perdagangan tercatat sekitar 33,93 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,61 juta kali.
Tekanan jual terlihat mendominasi perdagangan. Sebanyak 656 saham ditutup melemah, sementara 100 saham menguat dan 43 saham stagnan.
Seluruh 11 sektor saham tercatat berada di zona merah pada penutupan perdagangan. Sektor barang baku menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yakni sebesar 4,57 persen.
Data tersebut memperlihatkan luasnya tekanan terhadap saham-saham di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari itu. Meski demikian, pelemahan IHSG tidak dapat langsung dikaitkan dengan agenda rapat Presiden Prabowo karena belum ada keterangan resmi yang menghubungkan keduanya.
Pasar Menanti Penjelasan Agenda Pemerintah
Kehadiran pimpinan OJK, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Danantara, dan sejumlah menteri di Istana menjadi perhatian pelaku pasar karena lembaga-lembaga tersebut memiliki peran penting dalam kebijakan ekonomi dan sistem keuangan nasional.
OJK berperan dalam pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan, sementara Bank Indonesia memiliki mandat di bidang moneter dan stabilitas sistem pembayaran. Kementerian Keuangan menangani kebijakan fiskal, sedangkan Danantara berperan dalam pengelolaan investasi strategis sesuai mandatnya.
Di sisi lain, hilirisasi menjadi salah satu agenda pembangunan ekonomi yang melibatkan berbagai kementerian dan sektor industri. Kebijakan tersebut dapat berkaitan dengan pengembangan industri pengolahan, peningkatan nilai tambah sumber daya alam, investasi, serta penciptaan lapangan kerja.
Namun, tanpa penjelasan resmi dari pemerintah, substansi pembahasan dan kemungkinan kebijakan yang akan diambil masih belum dapat dipastikan.
Pelaku pasar kini menantikan informasi lebih lanjut mengenai hasil pertemuan tersebut, terutama apabila nantinya terdapat keputusan yang berdampak terhadap perekonomian, sektor keuangan, investasi, maupun arah kebijakan hilirisasi nasional.
Baca Juga
Komentar