Pembiayaan Emas Bank Muamalat Tembus Rp1,9 Triliun, Tumbuh Lima Kali Lipat Hari Ini
JAKARTA – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan signifikan pada produk pembiayaan Solusi Emas Hijrah. Hingga Agustus 2026, outstanding pembiayaan produk tersebut mencapai Rp1,9 triliun atau tumbuh lebih dari lima kali lipat secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan tersebut menjadikan Solusi Emas Hijrah sebagai salah satu penggerak bisnis consumer Bank Muamalat. Selain nilai pembiayaan, jumlah rekening nasabah juga meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan perubahan cara masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan finansial jangka panjang.
Menurutnya, masyarakat mulai melihat kepemilikan aset riil sebagai salah satu bagian dari perencanaan keuangan, bukan sekadar menyisihkan pendapatan.
“Kami tidak hanya menawarkan pembiayaan emas, tapi ingin membantu masyarakat mengubah sebagian pendapatan menjadi kepemilikan aset untuk masa depan. Emas yang dimiliki secara terencana dapat dipersiapkan untuk pendidikan anak, ibadah haji atau umrah, kepemilikan kendaraan dan rumah, serta berbagai kebutuhan keluarga lainnya,” ujar Ricky, dikutip Minggu (17/10/2026).
Ricky menilai emas memiliki karakteristik sebagai aset riil yang secara historis dapat membantu menjaga nilai dalam jangka panjang. Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, emas juga semakin diminati sebagai salah satu pilihan untuk menjaga nilai kekayaan.
Namun, ia mengingatkan masyarakat agar kepemilikan emas tidak semata-mata didorong oleh momentum kenaikan harga.
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki tujuan yang jelas dalam memiliki emas sekaligus menyesuaikan pembiayaan dengan kemampuan finansial masing-masing.
Bisa Miliki Emas hingga 500 Gram
Melalui Solusi Emas Hijrah, nasabah dapat memiliki emas hingga 500 gram dengan pilihan kepingan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Jangka waktu angsuran tersedia hingga 10 tahun. Sementara itu, uang muka atau down payment (DP) dimulai dari 0 persen sehingga pembiayaan dapat disesuaikan dengan tujuan dan kemampuan finansial nasabah.
Pertumbuhan Solusi Emas Hijrah juga didukung digitalisasi proses pengajuan melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN.
Digitalisasi tersebut membuat proses pengajuan pembiayaan menjadi lebih cepat, praktis, dan fleksibel. Dengan demikian, akses terhadap kepemilikan emas berbasis prinsip syariah menjadi lebih mudah bagi nasabah.
Di tengah pertumbuhan pembiayaan yang tinggi, Bank Muamalat tetap menempatkan prinsip kehati-hatian sebagai salah satu prioritas.
Hingga akhir Agustus 2026, rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) Solusi Emas Hijrah tercatat 0 persen.
Kinerja tersebut menunjukkan pertumbuhan pembiayaan emas Bank Muamalat tetap diikuti dengan kualitas aset yang terjaga.
Bidik Segmen Ritel dan Emerging Middle Class
Ke depan, Bank Muamalat melihat potensi pembiayaan emas berbasis syariah masih terbuka luas, terutama pada segmen ritel dan emerging middle class.
Peningkatan kesadaran masyarakat untuk membangun aset sejak dini dinilai dapat mendorong kebutuhan terhadap solusi kepemilikan emas yang mudah, terencana, dan sesuai prinsip syariah.
Bank Muamalat juga akan terus mengembangkan layanan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dalam memiliki aset melalui skema pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah.
“Kami ingin Solusi Emas Hijrah menjadi bagian dari perjalanan setiap keluarga dalam membangun aset dan mempersiapkan berbagai tujuan di masa depan,” kata Ricky.
Pertumbuhan tersebut sekaligus menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap pembiayaan emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan dan kepemilikan aset jangka panjang.
Baca Juga
Komentar