Kali Harun Bekasi Menyempit hingga 1 Meter, Pemkot Kejar Penanganan 380 Meter
KOTA BEKASI — Penyempitan Kali Harun di Kecamatan Pondok Melati menjadi perhatian Pemerintah Kota Bekasi dalam upaya memperkuat sistem pengendalian banjir.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun langsung meninjau kondisi Kali Harun bersama tim Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) pada Sabtu (24/10/2026).
Dari hasil peninjauan, lebar Kali Harun yang sebelumnya sekitar tiga meter kini menyempit pada sejumlah titik menjadi sekitar satu hingga dua meter.
Penyempitan tersebut berpotensi menghambat kapasitas aliran air, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat meningkatkan volume air di dalam sungai.
Pemkot Bekasi menargetkan penanganan sekitar 380 meter Kali Harun dapat dilakukan hingga akhir tahun ini.
Target tersebut merupakan bagian dari rencana penanganan Kali Harun dengan panjang keseluruhan kurang lebih 440 meter.
“Lebar sungai yang sebelumnya sekitar tiga meter kini menyempit menjadi satu hingga dua meter. Kita targetkan penanganan sekitar 380 meter pada akhir tahun ini dari rencana sepanjang kurang lebih 440 meter,” kata Tri.
Meski demikian, pelaksanaan penanganan Kali Harun masih menghadapi persoalan terkait lahan yang berada di area yang dibutuhkan untuk pekerjaan sungai.
Terdapat empat rumah yang telah memiliki sertifikat dan berada di area yang diperlukan dalam penanganan Kali Harun.
Pemkot Bekasi saat ini berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menelusuri status kepemilikan lahan sekaligus mencari penyelesaian agar pekerjaan dapat berjalan sesuai kebutuhan teknis.
Tri meminta setiap persoalan yang menjadi hambatan di lapangan segera dipetakan sehingga dapat dicarikan solusi dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, penanganan Kali Harun tidak cukup hanya dilakukan melalui pekerjaan fisik pada badan sungai.
Penanganan juga perlu memperhatikan kapasitas badan sungai, konektivitas saluran serta kondisi lahan yang berada di sepanjang aliran.
Langkah tersebut dinilai penting agar upaya memperbesar kapasitas aliran dapat berjalan efektif dan mendukung sistem pengendalian banjir di wilayah Kota Bekasi.
Selain penanganan infrastruktur, Tri mengingatkan masyarakat untuk turut menjaga kondisi sungai dengan tidak membuang sampah ke aliran Kali Harun.
Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air dan mengurangi kapasitas sungai, terutama ketika debit air meningkat saat hujan.
“Kalau sungainya sudah kita tangani, masyarakat juga harus ikut menjaga. Jangan sampai sungai kembali dipenuhi sampah dan alirannya terganggu,” ujarnya.
Pemkot Bekasi berharap percepatan penanganan Kali Harun dapat memperkuat fungsi saluran air sekaligus mengurangi potensi gangguan aliran saat hujan dengan intensitas tinggi.
Baca Juga
Komentar