GMNI kota Bekasi kecewa dengan kinerja Disnaker tak kunjung menutup terduga PT bodong
Bekasi- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Bekasi menyayangkan kinerja Disnaker kota Bekasi yang dianggap ragu dalam melakukan penindakan terhadap PT bodong yang diduga melakukan modus penipuan kerja. (16 Oktober 2026)
Nicolas Tamba ketua DPC GMNI Kota Bekasi, mengatakan bahwa pada tanggal 30 September 2026. Kami bersama korban dan pihak Disnaker sudah mendatangi tempat beroperasinya PT bodong tersebut melakukan sidak bersama.
Dan terbukti bahwa legalitas dari PT tersebut tidak ada, bahkan bukti uang yang diminta kepada korban senilai 2.500.000 juga sudah kita perlihatkan, hingga dihari yang sama kami juga mendampingi korban untuk membuka laporan polisi ke polres metro Bekasi kota.
Namun sayang hingga hari ini tidak ada langkah penindakan ataupun pencegahan yang dilakukan oleh Disnaker kota Bekasi terhadap terduga pelaku penipuan kerja tersebut, tempat tersebut yang berlokasi di Jl. Cut Mutia Bekasi Timur masih beroperasinal dan melakukan aktivitas rekrutmen kerja.
Pasca sidak dilakukan kami selalu berkoordinasi dengan pihak Disnaker terkait tindaklanjut dari Disnaker dalam menyikapi hal ini, namun Disnaker hanya menjawab sedang berkoordinasi dengan Pemprov Jawa barat karena kami tidak bisa melakukan penindakan.
Sungguh kami sangat kecewa dengan Disnaker, karena kami nilai jawaban mereka terlalu normatif dan cenderung administratif. Sedangkan hak korban belum dikembalikan, padahal banyak informasi-informasi dari masyarakat yang masuk kepada kami bahwa tempat tersebut memang sudah familiar melakukan aktivitas penipuan seperti itu.
Artinya korban bisa jadi bukan hanya satu, dan hari ini kalo dibiarkan terus tempat itu beroperasi, tidak ada tindakan tegas bahkan Disnaker kota Bekasi tidak berani melakukan reales hasil sidak yang sudah dilakukan. Sama saja Disnaker membiarkan korban terus bertambah, tutup Nico kepada awak media.
Baca Juga
Komentar